45 Warga Binaan Lapas Pangkalpinang Jalani VCT Mobile dan Skrining Penyakit Menular
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang gelar layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile bagi Warga Binaan sebagai upaya deteksi dini HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, Senin (21/9). Sebanyak 45 Warga Binaan ikuti pemeriksaan HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, Sifilis, serta skrining Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan dahak yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas Pangkalpinang.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama Lapas Pangkalpinang dengan Puskesmas Gerunggang sebagai bagian dari pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan melalui layanan yang dilakukan secara berkala.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Pangkalpinang, Roni Darmawan, mengatakan pemantauan kondisi kesehatan menjadi bagian dari perhatian Lapas terhadap Warga Binaan. Menurutnya, langkah pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi munculnya maupun penyebaran penyakit menular di lingkungan Lapas.
“Kami terus mendorong layanan kesehatan secara berkala sebagai bentuk perhatian terhadap Warga Binaan. Apabila terdapat indikasi penyakit, dapat diketahui lebih awal sehingga segera ditindaklanjuti dan ditangani sesuai kebutuhan,” ujar Roni.
Senada, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Indri Yudhit, menegaskan kegiatan tersebut jadi langkah penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit menular di lingkungan Lapas.
“Deteksi dini menjadi prioritas kami agar penyakit diketahui lebih cepat dan segera ditangani sekaligus mencegah penularan di lingkungan Lapas Pangkalpinang,” tegasnya.
Indri menambahkan HIV/AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), dan TBC masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai. “HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah yang terkontaminasi, dan dari ibu ke bayi,” jelasnya.
Dokter Klinik Pratama Lapas Pangkalpinang, dr. Nanda Farah Dina, menyampaikan bahwa skrining berkala membantu Warga Binaan mengetahui kondisi tubuhnya lebih awal. Menurutnya, informasi mengenai status kesehatan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai apabila ditemukan adanya masalah.
“Sehat adalah hak setiap orang, dan mengetahui status kesehatan merupakan langkah awal untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Karena itu, kami mengajak Warga Binaan untuk tidak ragu mengikuti layanan kesehatan secara rutin,” ujar dr. Nanda.
Lapas Pangkalpinang akan terus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas dukung layanan kesehatan serta tingkatkan kesadaran Warga Binaan terhadap pencegahan penyakit menular. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Pangkalpinang
What's Your Reaction?


