Awali Oktober, Lapas Wahai Perkuat Rohani Warga Binaan Kristiani lewat Pembagian Buku Renungan Harian
Wahai, INFO_PAS – Awali bulan Oktober 2026, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali tgaskan komitmennya dalam pembinaan kepribadian dibidang kerohanian. Bertempat di Gereja Ebenhaezer, dibagikan buku renungan harian "Manna Surgawi" edisi terbaru yang terbit setiap bulan kepada para Warga Binaan Kristen, Kamis (1/10). Langkah ini menjadi stimulus rohani agar Warga Binaan memulai bulan baru dengan semangat pertobatan, doa, dan penguatan iman yang lebih mendalam.
Pembagian buku renungan berkala ini dirancang agar setiap Warga Binaan Kristiani memiliki panduan literasi keagamaan dan saat teduh yang terstruktur. Dengan adanya bacaan rohani harian yang selaras dengan ayat-ayat Alkitab, waktu luang selama masa pidana diisi dengan kegiatan refleksi diri yang positif, membimbing mereka ke arah perubahan perilaku nyata sesuai nilai-nilai kasih.
Salah satu staf subseksi pembinaan yang juga sebagai Ketua Persekutuan Oikumene Lapas Wahai, Frans Tepal, menyatakan konsistensi pembagian materi keagamaan di awal bulan merupakan strategi penting untuk menjaga ritme ibadah Warga Binaan. "Kami ingin memastikan aspek mental dan spiritual mereka mendapatkan perhatian yang seimbang dengan pembinaan kemandirian. Buku Manna Surgawi bulanan ini berfungsi sebagai kompas moral dan bahan saat teduh sederhana yang dapat mereka baca setiap pagi di kamar hunian masing-masing sebelum memulai aktivitas," ujarnya.
Sambutan hangat juga datang dari perwakilan Warga Binaan Kristiani berinisial MH. Ia sangat terbantu dengan hadirnya buku renungan harian yang selalu diperbarui setiap bulan.
"Bagi kami di sini, awal bulan selalu membawa harapan baru. Adanya buku Manna Surgawi yang baru ini membuat kami lebih disiplin membaca firman Tuhan dan belajar menata hati. Kami merasa tidak berjalan sendiri karena selalu ada tuntunan rohani yang menemani masa-masa pembinaan di Lapas," ungkap MH.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menekankan pembinaan berbasis spiritual adalah fondasi utama dari Sistem Pemasyarakatan humanis. "Meskipun mereka menjalani keterbatasan fisik di balik jeruji, kebebasan rohani dan kedamaian batin harus tetap terpenuhi. Momentum awal Oktober ini kami gunakan untuk mengisi kembali asupan spiritual mereka melalui firman Tuhan. Kami berharap buku Manna Surgawi ini memicu kesadaran batin yang kuat sehingga saat bebas nanti, mereka siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi baru yang takut akan Tuhan, berkarakter, dan taat hukum," harapnya.
Penyerahan buku rohani berjalan dengan tertib, aman, dan penuh khidmat. Lapas Wahai memastikan program pembinaan kepribadian serupa akan terus berkelanjutan demi masa depan Warga Binaan yang lebih baik. Proses reintegrasi sosial diharapkan tak sekadar menjadi jalan pulang menuju rumah, tetapi juga gerbang pembuktian untuk melangkah kembali ke tengah masyarakat sebagai insan yang utuh dan berakhlak. (IR)
Kontributor: Lapas Wahai
What's Your Reaction?


