Bapas Klaten Gandeng Omah Belut Wukirsari Beri Bimbingan Budi Daya Belut bagi Klien

Bapas Klaten Gandeng Omah Belut Wukirsari Beri Bimbingan Budi Daya Belut bagi Klien

Klaten, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten berkolaborasi dengan Omah Belut Wukirsari selenggarakan pembimbingan kemandirian bertema “Budi Daya Belut Super” di Aula Bapas dan Griya Abhipraya Bapas Klaten, Rabu (30/9). Kegiatan ini bagian dari upaya Bapas Klaten bekali Klien Pemasyarakatan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Kegiatan diawali sambutan Kepala Bapas Klaten, Mikha, dilanjutkan penyerahan caping kepada Klien Pemasyarakatan sebagai simbol semangat bekerja dan bertani serta penyerahan bantuan sosial. Dalam sambutannya, Mikha tegaskan bahwa pembimbingan kemandirian bertujuan membekali Klien dengan keterampilan yang dapat langsung menjadi sumber penghasilan.

“Kami ingin Klien Pemasyarakatan tidak hanya bebas secara status, tetapi juga berdaya secara ekonomi. Budi daya belut ini bisa dimulai dari lahan sempit dan modal terjangkau, sehingga peluangnya terbuka bagi siapa saja yang mau belajar dan tekun,” ujarnya.

Materi disampaikan oleh Suwardi dari Omah Belut Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DIY. Ia memaparkan tahapan budi daya belut super, mulai dari persiapan media lumpur yang difermentasi, pemilihan dan karantina bibit, hingga perawatan dan pemantauan. Menurutnya, belut super dapat dibudidayakan di lahan terbatas seperti drum atau kolam terpal, dengan masa pembesaran sekitar tiga bulan.

“Kuncinya ada di persiapan media dan bibit yang sehat. Kalau dua hal itu benar, perawatannya relatif mudah dan bisa dikerjakan sambil menjalankan kegiatan lain,” jelas Suwardi.

Suwardi juga menjelaskan tahapan panen dan pemasaran. Ia menyebut peluang pasar belut masih terbuka lebar, mulai dari rumah makan, UMKM olahan belut seperti peyek, hingga masyarakat umum.

“Pasarnya terbuka, tinggal bagaimana kita menjaga kualitas belut agar tetap sehat dan layak jual,” tambahnya.

Usai pemaparan materi di aula, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lahan Griya Abhipraya Parahita Bapas Klaten. Klien mencoba menyiapkan media budi daya dan mempelajari cara menangani bibit belut secara langsung dengan bimbingan narasumber. Praktik ini diharapkan membuat Klien Pemasyarakatan lebih percaya diri untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.

Melalui kolaborasi ini, Bapas Klaten berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan Klien Pemasyarakatan jadi usaha mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. Ke depan, Bapas Klaten akan terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak agar program pembimbingan kemandirian semakin bermanfaat bagi Klien. (afn)

 

Kontributor: Humas Bapas Klaten

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0