Bapas Tanjungpandan Manfaatkan Rumah Hidroponik sebagai Ruang Pembelajaran bagi Klien

Bapas Tanjungpandan Manfaatkan Rumah Hidroponik sebagai Ruang Pembelajaran bagi Klien

Belitung, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Tanjungpandan manfaatkan Rumah Hidroponik sebagai ruang pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi Klien pemasyarakatan. Pemanfaatan tersebut dikembangkan melalui pengenalan budidaya aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan air tawar dengan tanaman hidroponik, Rabu (23/9).

Kepala Subeksi Bimbingan Klien Dewasa, M. Yeyen Purbasari, mengatakan Rumah Hidroponik tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi Klien pemasyarakatan. “Ketika Klien melaksanakan wajib lapor, kami juga dapat memberikan ruang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat. Rumah Hidroponik ini menjadi salah satu sarana pembelajaran yang dapat dimanfaatkan bersama, termasuk dengan berbagi pengetahuan dari peserta magang sesuai kompetensinya,” ujarnya.

Menurut Yeyen, kegiatan tersebut menjadi upaya memberikan pengalaman praktis kepada Klien yang dapat dikembangkan setelah kembali menjalani kehidupan di masyarakat. “Aquaponik ini cukup sederhana dan dapat dikembangkan sesuai kondisi yang ada. Harapannya, Klien tidak hanya mendapat pengetahuan, tetapi juga memiliki gambaran mengenai kegiatan produktif yang dapat dilakukan secara mandiri dengan memanfaatkan lahan dan sumber daya yang tersedia,” harapnya.

Salah satu peserta magang, Hanif Rahman, menjelaskan gagasan mengolaborasikan Rumah Hidroponik dengan budidaya ikan muncul dari latar belakang pendidikan yang dimilikinya di bidang perikanan. Menurutnya, penerapan aquaponik tidak selalu membutuhkan peralatan yang kompleks dan dapat dimulai dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan.

Wadah atau ember untuk pemeliharaan ikan, pipa atau talang sebagai media tanam, pompa air kecil, selang, dan media tanam, seperti kerikil atau spons dapat digunakan untuk membangun sistem aquaponik sederhana sesuai kebutuhan.

“Prinsipnya sederhana, air dari wadah ikan dialirkan menuju tanaman. Nutrien yang berasal dari metabolisme ikan dapat dimanfaatkan tanaman setelah melalui proses biologis, kemudian tanaman membantu menyerap nutrien tersebut sebelum air disirkulasikan kembali,” jelas Hanif.

Ia menerangkan keterkaitan antara ikan dan tanaman menjadi bagian penting dalam sistem aquaponik. Dalam siklus tersebut, ikan menghasilkan nutrien melalui aktivitas metabolisme, tanaman memanfaatkan nutrien tersebut untuk pertumbuhan, sedangkan keberadaan tanaman turut membantu menjaga kualitas air.

“Jadi, ikan dan tanaman berada dalam satu siklus. Ikan menghasilkan nutrien, tanaman memanfaatkannya, sementara air dapat disirkulasikan kembali. Dengan prinsip tersebut, sistem bisa dibuat sederhana serta disesuaikan dengan ruang dan bahan yang tersedia,” ungkapnya.

Hanif menambahkan sistem aquaponik dapat dikembangkan secara bertahap dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia. Rumah Hidroponik Bapas Tanjungpandan menjadi salah satu ruang yang dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep tersebut secara langsung kepada Klien.

“Saya mencoba mengolaborasikan ilmu yang saya pelajari di bidang perikanan dengan fasilitas Rumah Hidroponik yang sudah tersedia di Bapas. Tidak harus langsung menggunakan sistem yang besar. Yang penting memahami alurnya terlebih dahulu, mulai dari ikan, kualitas air, sirkulasi, hingga kebutuhan tanaman,” jelas Hanif.

Salah seorang Klien Pemasyarakatan berinisial SN memperoleh pengetahuan baru mengenai penggabungan budidaya ikan dan tanaman. “Sebelumnya saya mengetahui hidroponik untuk menanam sayuran, tetapi belum mengetahui kalau bisa digabungkan dengan budidaya ikan. Setelah dijelaskan dan melihat langsung, ternyata konsepnya bisa dilakukan secara sederhana,” ujarnya.

SN berharap pengetahuan yang diperolehnya dapat diterapkan di rumah. “Kalau bisa dilakukan dengan lahan yang tidak terlalu luas, saya tertarik untuk mencoba. Selain menjadi kegiatan yang bermanfaat, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Melalui keterlibatan peserta magang yang memiliki latar belakang keilmuan beragam, Bapas Tanjungpandan membuka ruang berbagi pengetahuan yang dapat mendukung proses pembimbingan Klien. Pemanfaatan Rumah Hidroponik sebagai ruang pembelajaran juga menjadi optimalisasi fasilitas yang tersedia agar memberikan manfaat yang lebih luas. (IR)

 

 

Kontributor: Bapas Tanjungpandan

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0