Bekal Kemandirian dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Luwuk Produksi Kerupuk
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus dorong pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui berbagai kegiatan produktif yang memiliki nilai keterampilan dan ekonomi, salah satunya pemanfaatan nasi atau beras menjadi kerupuk, yang dikerjakan lima Warga Binaan dari blok perempuan. Melalui proses pembinaan tersebut, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga belajar mengenai proses produksi, kebersihan, ketelitian, hingga pengemasan produk yang berpotensi dikembangkan sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dalam proses pembuatannya, nasi atau beras diolah melalui beberapa tahapan hingga menjadi adonan kerupuk, kemudian dibentuk, dikeringkan, dan siap untuk dipasarkan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendampingan jajaran Subseksi Kegiatan Kerja.
Subseksi Kegiatan Kerja, Heru Cahyono, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan upaya memberikan keterampilan praktis kepada Warga Binaan melalui kegiatan kerja produktif. "Kami berupaya agar pembinaan kemandirian tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Pemanfaatan nasi atau beras menjadi kerupuk merupakan salah satu inovasi sederhana yang dapat dikembangkan dan diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat," harapnya.
Salah seorang Warga Binaan, Irawati, senang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru sekaligus keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
"Awalnya kami tidak menyangka nasi atau beras bisa diolah menjadi kerupuk yang memiliki nilai jual. Di sini kami belajar dari proses membuat sampai mengolahnya menjadi produk. Semoga keterampilan ini nantinya bisa kami manfaatkan setelah bebas dan menjadi modal untuk membuka usaha," ujar Irawati.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, mengapresiasi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Luwuk. "Pembinaan kemandirian harusmemberikan keterampilan nyata dan bermanfaat bagi Warga Binaan. Kegiatan seperti pengolahan bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi merupakan proses mempersiapkan mereka agar memiliki bekal keterampilan dan kemandirian ketika kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Melalui pembinaan kemandirian berkelanjutan, Lapas Luwuk berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi Warga Binaan dalam mengembangkan potensi, kreativitas, dan keterampilan kerja. Dari bahan sederhana, diharapkan lahir produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi perjalanan Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


