Belajar dari Ulama dan Sahabat, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Diingatkan Perkuat Iman dan Amal Saleh
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Muslim Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti Majelis Taklim di Masjid Baabut Taqwa, Kamis (24/9). Kajian yang disampaikan kali ini membahas pentingnya menjaga iman, memperbanyak amal saleh, dan mengambil teladan dari para ulama dan sahabat Rasulullah.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam membentuk kesadaran Warga Binaan. “Kami ingin setiap kegiatan kerohanian memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Kajian seperti ini menjadi pengingat untuk memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Senada, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menyampaikan Majelis Taklim menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif mengikuti pembinaan kerohanian. Materi yang disampaikan dalam Majelis Taklim diharapkan menjadi pengingat dan bekal bagi mereka untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ungkap Ansyari.
Pada kesempatan itu, Ustaz Rahmana dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin menyampaikan sejumlah nasihat keagamaan tentang pentingnya menjaga iman hingga akhir kehidupan, salah satunya nasihat yang dinisbatkan kepada Rasulullah membahas akibat meninggalkan ulama dan fuqaha, termasuk gambaran seseorang yang meninggal tanpa membawa iman. “Pesan ini dianalogikan seperti seseorang yang mengarungi samudera tanpa kapal. Perumpamaan itu menggambarkan iman merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan sekaligus mempersiapkan perjalanan menuju akhirat,” terangnya.
Materi juga mengulas gambaran keadaan manusia di dalam kubur yang membutuhkan pertolongan. Pesan tersebut menjadi pengingat agar setiap Muslim memanfaatkan kesempatan hidup dengan mempersiapkan amal dan memperkuat keimanan. Kajian kemudian membahas keteladanan Sayyidina Umar bin Khattab ra. dan Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.
Pada bagian akhir, kajian menegaskan kemuliaan dunia dapat diperoleh melalui harta, sedangkan kemuliaan akhirat diraih melalui amal saleh. Pesan tersebut menjadi pengingat bagi Warga Binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperkuat keimanan dan membangun kebiasaan positif sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang Warga Binaan, Joni, mendapatkan pengingat dari kajian yang diikutinya. “Yang saya dapat hari ini banyak mengingatkan saya untuk lebih memperhatikan iman dan amal. Kadang kita terlalu memikirkan urusan dunia, padahal bekal untuk akhirat juga harus disiapkan. Semoga setelah ikut kajian ini, saya lebih rajin beribadah dan memperbaiki diri,” harapnya (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


