Berdayakan UMKM, Griya Abipraya Kabelota Bapas Palu Wadah Unjuk Karya Klien Pemasyarakatan
Palu, INFO_PAS – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu terus buktikan komitmen nyatanya dalam mendukung kemandirian Klien Pemasyarakatan melalui program pemberdayaan ekonomi inklusif. Melalui wadah Griya Abipraya Kabelota, berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil karya Klien Bapas Palu kini mulai aktif menembus dan meramaikan pasar lokal di Kota Palu.
Pada Senin (28/9), beragam produk unggulan olahan Klien Bapas Palu diperkenalkan ke publik, mulai dari kuliner khas seperti sambal roa dan bawang goreng, hingga hasil komoditas perkebunan dari program ketahanan pangan di Kelurahan Petobo. Seluruh proses produksi dikelola langsung oleh para Klien di bawah pendampingan intensif Pembimbing Kemasyarakatan.
Kepala Bapas Palu, M. Nur Amin, menegaskan Griya Abipraya dirancang lebih dari sekadar ruang pamer produk. Tempat ini adalah pusat pembinaan kemandirian sekaligus wadah reintegrasi sosial yang konkret bagi masyarakat binaan.
"Griya Abipraya adalah bukti Klien Pemasyarakatan berpotensi besar jika didampingi secara hukum, kepribadian, dan ekonomi. Kami ingin mengubah stigma negatif bahwa mereka bukan masyarakat bermasalah, melainkan aset bangsa. Melalui UMKM ini, mereka belajar berwirausaha agar mandiri secara ekonomi dan tidak mengulangi perbuatannya," ujar Amin.
Dampak positif dari program pemberdayaan ini dirasakan langsung oleh para Klien. Siti Ma'ani Khairunnisa, salah seorang Klien Bapas Palu yang terlibat aktif dalam produksi UMKM, sangat terbantu untuk bangkit kembali.
"Dulu saya bingung mau kerja apa setelah bebas, takut tidak diterima masyarakat. Di Griya Abipraya, saya diajari membuat sambal roa dan bawang goreng. Sekarang saya bisa punya penghasilan sendiri untuk keluarga. Saya merasa dihargai dan tidak dikucilkan," tutur Siti.
Keberhasilan Griya Abipraya Kabelota Bapas Palu terbukti tidak hanya di atas kertas. Adel, salah seorang eks Klien Bapas Palu, menjadi bukti nyata bagaimana pembimbingan di Griya Abipraya mampu mengantarkan Klien menuju kemandirian sejati.
Setelah menempa keterampilan, kedisiplinan, dan rasa percaya diri selama beraktivitas di Griya Abipraya Kabelota, Adel kini resmi diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Palu. "Di Griya Abipraya Kabelota, saya diajari membuat sambal roa, bawang goreng, serta dilatih disiplin dan bertanggung jawab. Bekal ini membuat saya dipercaya bekerja di perusahaan sekarang. Saya bersyukur Bapas membuka jalan saya untuk mandiri hingga saya merasa dihargai dan tidak dikucilkan," ungkap Adel.
Upaya progresif Bapas Palu dalam mengembangkan UMKM Klien Pemasyarakatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman. Ia menilai langkah yang diambil Bapas Palu merupakan wujud nyata pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Ini bukan sekadar program pembimbingan, tapi solusi ekonomi. Sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Klien, kita berdaya, kita beri keterampilan, kita beri wadah untuk berusaha. Ketika Klien produktif, angka residivisme pasti akan turun," tegas Herman.
Melangkah ke depan, Bapas Palu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan kualitas program Griya Abipraya. Strategi ini akan diwujudkan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, seperti Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu, serta pihak swasta guna memperkuat pendampingan bisnis dan pemasaran digital produk-produk Klien.
Melalui hadirnya Griya Abipraya Kabelota, Bapas Palu mempertegas posisinya untuk memastikan para Klien Pemasyarakatan tidak hanya siap secara mental dan hukum, melainkan juga tangguh secara ekonomi untuk kembali menjadi warga negara produktif, mandiri, dan bertanggung jawab. (IR)
Kontributor: Bapas Palu
What's Your Reaction?


