Budidaya Maggot Jadi Upaya Kelola Sampah Organik di Lapas Kotabaru
Kotabaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru terus kembangkan budidaya maggot sebagai salah satu upaya dalam mengelola sampah organik di lingkungan Lapas. Kegiatan yang melibatkan Warga Binaan ini menjadi pembinaan kemandirian sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih produktif.
Budidaya maggot diarahkan untuk memanfaatkan sampah organik yang berasal dari aktivitas sehari-hari sehingga tidak seluruhnya berakhir sebagai sampah yang harus dibuang. Pengelolaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi media dan perkembangan maggot agar tumbuh dengan baik.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Akhmad Hamirun, mengatakan budidaya maggot memiliki manfaat ganda karena menjadi kegiatan pembinaan sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah organik. “Budidaya maggot ini kami kembangkan bukan hanya sebagai kegiatan keterampilan Warga Binaan, tetapi juga salah satu upaya mengelola sampah organik di lingkungan Lapas. Sampah yang masih dapat dimanfaatkan diarahkan untuk menjadi proses budidaya sehingga pengelolaannya lebih produktif,” ujarnya, Senin (5/10).
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan terlibat dalam proses perawatan dan pemantauan budidaya dengan pendampingan petugas. Mereka belajar mengenali kondisi media, menjaga kebersihan area budidaya, dan memberikan perhatian terhadap perkembangan maggot.
Keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan memahami pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Dengan kegiatan yang dilakukan secara rutin, Warga Binaan dapat belajar bahwa sampah organik masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
Salah satu Warga Binaan berinisial T mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Selain mempelajari budidaya maggot, ia mulai memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah organik.
“Sebelumnya, saya melihat sampah organik hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi tahu bahwa sampah tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Kami juga belajar menjaga kebersihan dan merawatnya secara rutin,” ungkap T.
Budidaya maggot menjadi salah satu aktivitas yang menghubungkan pembinaan kemandirian dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah organik tidak hanya membantu menjaga kebersihan area Lapas, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan dalam memanfaatkan sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Lapas Kotabaru berharap budidaya maggot menjadi bagian dari kebiasaan pengelolaan sampah organik yang lebih tertata sekaligus memberikan keterampilan baru bagi Warga Binaan untuk dikembangkan secara produktif setelah kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Kotabaru
What's Your Reaction?


