Buka Akses Pendidikan, Lapas Luwuk Sosialisasikan Program Kesetaraan bagi Warga Binaan
Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Luwuk, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) BSB gelar sosialisasi Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, Jumat (25/9).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Luwuk ini dihadiri Kepala Lapas Luwuk Muhammad Bahrun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Syafrudin Hinelo, Kepala PKBM BSB Kabupaten Banggai Yuliati Lamaka, serta perwakilan SKB Kabupaten Banggai. Kegiatan diikuti puluhan Warga Binaan yang akan jadi peserta program pendidikan kesetaraan tersebut.
Program ini bagian dari pembinaan di bidang pendidikan sekaligus upaya memastikan Warga Binaan tetap mendapatkan hak belajar selama jalani masa pidana.
Dalam sambutannya, Muhammad Bahrun tegaskan pentingnya akses pendidikan bagi Warga Binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Program Pendidikan Kesetaraan ini merupakan salah satu pilar pembinaan yang sangat krusial di Lapas Luwuk. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin peningkatan kualitas pembinaan dan perluasan akses pendidikan kesetaraan bagi Narapidana serta Anak Binaan. Kami ingin memastikan mereka keluar dari sini membawa bekal dan ijazah yang berguna untuk masa depan," ujar Bahrun.
Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, termasuk Warga Binaan yang ada di Lapas Luwuk. Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan Program Paket A, B, dan C ini berjalan lancar. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka kesempatan kedua bagi para Warga Binaan untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas SDM mereka," ungkap Syafrudin Hinelo.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh perwakilan SKB Kabupaten Banggai bersama PKBM BSB. Pemaparan mencakup mekanisme pembelajaran, jadwal pertemuan, hingga berbagai hal yang perlu dipersiapkan peserta.
"Kami telah merancang pola pembelajaran yang adaptif dan sesuai dengan kurikulum kesetaraan nasional. Kami mengapresiasi semangat para Warga Binaan yang siap belajar. Yang terpenting adalah komitmen dan kedisiplinan selama mengikuti proses kegiatan belajar mengajar hingga ujian akhir nanti, sehingga ijazah yang diperoleh betul-betul sah dan diakui secara legal," jelas Yuliati.
Pembelajaran pendidikan kesetaraan di Lapas pada dasarnya mengikuti proses belajar yang berlaku di luar Lapas, dengan penyesuaian sesuai kondisi Warga Binaan. Program ini juga akan dipadukan dengan berbagai pelatihan soft skill untuk menambah pengalaman dan mengasah keterampilan hidup peserta.
Melalui sosialisasi ini, Lapas Luwuk bersama instansi terkait berharap Warga Binaan yang terdaftar dapat mengikuti Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C dengan baik. Pendidikan tersebut diharapkan dapat jadi bekal bagi Warga Binaan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kualitas diri setelah menyelesaikan masa pembinaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


