Buka Ruang Aspirasi, Kalapas Malang Bagikan Kuesioner kepada Warga Binaan
Malang, INFO_PAS – Komitmen jaga kualitas pelayanan dan bangun komunikasi terbuka dengan Warga Binaan kembali diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang. Kepala Lapas (Kalapas) Malang, Christo Victor Nixon Toar, bersama jajaran pejabat struktural turun langsung ke setiap blok hunian untuk bagikan kuesioner kepada Warga Binaan sebagai ruang menyampaikan saran, masukan, apresiasi, dan harapan, Jumat (25/9).
Langkah ini bukan upaya pertama Lapas Malang membuka ruang komunikasi langsung. Sebelumnya, Kalapas telah beberapa kali mengumpulkan Warga Binaan untuk berdialog dan mendengarkan berbagai hal yang mereka rasakan selama menjalani pembinaan. Kini, mekanisme tersebut diperkuat melalui kuesioner “Lapas Malang Mendengar” yang jadi bagian dari evaluasi pelayanan selama lima bulan terakhir sejak Kalapas Christo menjabat. Melalui kuesioner tersebut, setiap Warga Binaan dapat kesempatan menyampaikan pendapat maupun aduan secara lebih leluasa, termasuk hal-hal yang mungkin tidak mudah disampaikan dalam forum terbuka.
Kuesioner memuat sejumlah aspek untuk menghimpun pendapat tentang pemberian dan pelaksanaan pelayanan serta pembinaan, mulai dari kemudahan memperoleh layanan, komunikasi dan sikap petugas, pelayanan kesehatan, kebutuhan dasar, keamanan dan ketertiban, program pembinaan, hingga ruang untuk menyampaikan kritik, saran, dan harapan.
“Teman-teman Warga Binaan, tolong diisi dengan jujur. Mana pelayanan yang belum maksimal? Mana yang sudah berubah lebih baik? Agar kami dapat evaluasi yang dirasa kurang dan mempertahankan yang sudah baik. Jawaban ini besok akan saya ambil sendiri dari blok ke blok. Tolong dijaga lembar kuesioner ini, serahkan hanya kepada saya!” tutur Kalapas kepada para Warga Binaan.
Dengan memberikan ruang yang lebih privat dalam menyampaikan masukan, Lapas Malang berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pengalaman Warga Binaan. Tidak hanya melalui angka penilaian, tetapi juga melalui cerita, kebutuhan, dan usulan konkret yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi jajaran.
Kalapas tegaskan bahwa komunikasi langsung dengan Warga Binaan akan terus dijaga. Menurutnya, kehadiran kuesioner bukan untuk menggantikan dialog, melainkan melengkapi ruang komunikasi yang selama ini telah dibangun.
“Kami sudah beberapa kali berdialog langsung dengan Warga Binaan. Namun, kami memahami bahwa tidak semua hal mudah disampaikan dalam forum terbuka. Karena itu, kami membuka ruang melalui kuesioner agar Warga Binaan dapat menyampaikan apa yang dirasakan dengan lebih leluasa,” ujar Christo.
Ia menambahkan, setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk menjaga kualitas pelayanan yang telah berjalan sekaligus melihat ruang yang masih dapat diperbaiki.
“Kami tidak mencari jawaban yang baik untuk kami, tetapi masukan yang jujur dari Warga Binaan. Kalau ada yang sudah baik, sampaikan agar bisa kami pertahankan. Kalau ada yang masih perlu diperbaiki, sampaikan juga. Karena dari suara itulah kami bisa tahu apa yang harus kami jaga dan apa yang perlu kami tingkatkan,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, Kalapas bersama jajaran tidak hanya menyerahkan kuesioner, tetapi juga berinteraksi langsung dengan Warga Binaan di masing-masing blok. Kehadiran pimpinan dan jajaran di tengah Warga Binaan menjadi bagian dari upaya membangun suasana komunikasi yang terbuka, humanis, dan tidak berjarak.
Bagi Lapas Malang, pelayanan prima bukan sekadar memberikan layanan sesuai standar dan prosedur. Pelayanan juga membutuhkan kesediaan untuk mendengar, memahami pengalaman penerima layanan, melakukan evaluasi, serta menindaklanjuti masukan yang relevan.
Salah seorang Warga Binaan, AS, di Blok Cendrawasih menyambut antusias pembagian kuesioner. Menurutnya, hal tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan secara langsung kepada Kalapas.
“Tidak semua uneg-uneg bisa disampaikan pada saat Bapak Kalapas mengajak berdialog bersama-sama. Kalau lewat ini (lembar kuesioner), saya rasa akan lebih lega dan terjaga rahasianya,” tuturnya.
Masukan yang diterima juga diharapkan dapat membantu pimpinan melihat berbagai kebutuhan Warga Binaan dari sudut pandang yang lebih luas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Malang
What's Your Reaction?


