Buku Keagamaan Jadi Pilihan, Warga Binaan Lapas Batulicin Antusias Membaca
Buku Keagamaan Jadi Pilihan, Warga Binaan Lapas Batulicin Antusias Membaca
Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin beri ruang bagi Warga Binaan untuk memperluas wawasan keagamaan melalui koleksi di Pojok Baca, Rabu (30/9). Beragam buku bertema keagamaan jadi salah satu pilihan Warga Binaan dalam aktivitas membaca hari itu.
Kegiatan berlangsung di Pojok Baca Lapas Batulicin dalam suasana tenang dan kondusif. Warga Binaan tampak antusias memilih dan membaca berbagai koleksi sesuai dengan ketertarikan masing-masing.
Saat ini, sekitar 200 buku bertema keagamaan tersedia di Pojok Baca Lapas Batulicin dengan beragam pembahasan. Koleksi tersebut mencakup fikih, doa sehari-hari, kisah para nabi, kajian akidah, serta tema keagamaan lainnya yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi Warga Binaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan bahwa keberadaan koleksi keagamaan memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh ilmu baru melalui aktivitas membaca. Menurutnya, pengetahuan dari berbagai tema tersebut dapat mendukung penguatan nilai spiritual dan pembinaan kepribadian.
"Kami berharap koleksi keagamaan yang tersedia dapat menjadi sumber ilmu baru bagi Warga Binaan. Selain menambah wawasan, kegiatan membaca juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai spiritual dan mendorong mereka semakin mendekatkan diri kepada Allah," jelas Harry.

Salah seorang Warga Binaan, D, mengaku tertarik membaca koleksi bertema keagamaan karena pembahasannya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari fikih hingga kisah para nabi.
"Saya senang karena pilihannya cukup banyak dan temanya berbeda-beda. Ada yang membahas fikih, doa sehari-hari, kisah nabi, sampai akidah sehingga saya bisa mendapatkan pengetahuan baru dari apa yang saya baca," ungkap D.
Sementara secara terpisah, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, dukung pemanfaatan koleksi keagamaan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian Warga Binaan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh melalui membaca dapat menjadi pengingat sekaligus bekal untuk memperkuat nilai spiritual selama menjalani masa pembinaan.
"Kami mendukung Warga Binaan untuk memanfaatkan koleksi keagamaan sebagai sumber ilmu dan ruang refleksi diri. Semoga pengetahuan yang mereka peroleh dapat memperkuat nilai spiritual serta mendorong kedekatan kepada Allah dalam menjalani proses pembinaan," ujar Thoha.
Keberadaan sekitar 200 buku keagamaan memperkaya pilihan Warga Binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bernilai positif. Melalui aktivitas membaca, mereka diharapkan memperoleh ilmu baru yang dapat memperkuat nilai spiritual dan mendukung proses perubahan diri selama menjalani pembinaan. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


