Cegah Kenakalan Remaja Sejak Dini, LPKA Pangkalpinang Edukasi Siswa SD
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang beri edukasi tentang karakter dan hukum kepada 107 siswa SD IT Qurani Adh-Dhuhaa melalui kegiatan outing class, Selasa (29/9). Kegiatan tersebut sarana bagi siswa untuk pahami pentingnya menjaga perilaku, menaati aturan, dan mencegah kenakalan remaja sejak dini.
Kedatangan siswa yang terdiri atas 58 siswa laki-laki dan 49 siswi perempuan, didampingi 8 guru, disambut oleh Kepala Seksi Pembinaan, Didik Setiawan, Kepala Subseksi Pendidikan, Bimbingan Kemasyarakatan, dan Pengentasan Anak (Dikbimkemas), Redi Franto, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Didik Setiawan sampaikan bahwa edukasi mengenai kenakalan remaja perlu diberikan sejak dini sebagai langkah pencegahan.
“Edukasi kenakalan remaja harus secra intens disampaikan kepada anak-anak bahkan diusia dini, hal ini sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan kenakalan remaja,” ujar Didik.
Sementara itu, Redi Franto menjelaskan proses yang dapat menyebabkan seorang anak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Menurutnya, perilaku buruk yang dilakukan berulang-ulang dapat berkembang menjadi kebiasaan apabila tidak disadari dan dicegah sejak awal.
“Seorang anak tidak serta merta langsung melakukan tindakan yang melanggar hukum, namun semua itu bermula dari sebuah perilaku buruk yang terus dilakukan berulang-ulang tanpa disadari oleh anak akan menjadi kebiasaan”, pungkas Redi Franto
Redi kemudian memberikan contoh perilaku yang kerap terjadi di kalangan anak usia sekolah dasar, salah satunya perundungan atau bullying. Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan dapat berdampak pada orang lain dan perlu dihindari.
“Kegiatan ini merupakan langkah preventif agar anak-anak memahami konsekuensi dari suatu tindakan melanggar hukum, sehingga kelak terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja yang kian meresahkan”, tutur Redi Franto
Kepala LPKA Pangkalpinang, Mustafa Kamaluddin, mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi hukum kepada anak sejak dini.
"Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari SD IT Qurani Adh-Dhuhaa hari ini. Ini adalah bentuk sinergi yang sangat baik dalam memberikan edukasi dini kepada anak. Pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya dibebankan kepada penegak hukum saja, melainkan membutuhkan peran serta dunia pendidikan dan keluarga untuk menanamkan disiplin serta kesadaran hukum sejak bangku sekolah," ungkap Mustafa Kamaluddin Simamora.
Salah satu guru pendamping, Dandy, mengatakan kunjungan ke LPKA Pangkalpinang merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual dalam rangkaian wisata edukasi kelas 4 SD IT Qurani Adh-Dhuhaa. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dari lingkungan di luar ruang kelas.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap anak-anak dapat belajar tentang pentingnya menjaga diri, menaati aturan, bertanggung jawab atas setiap pilihan, serta memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Namun yang tidak kalah penting, kami ingin menanamkan nilai empati dan tidak mudah menghakimi orang lain,” ujar Dandy
Dandy menambahkan bahwa pihak sekolah ingin siswa pulang bukan dengan membawa stigma terhadap Anak Binaan di LPKA, melainkan memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Bagi kami, pendidikan bukan hanya tentang membuat anak menjadi pintar, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi manusia yang berakhlak, mampu mengambil hikmah dari lingkungan, dan memiliki kepedulian terhadap sesame,” tutup Dandy.
Selama kegiatan outing class, siswa SD IT Qurani Adh-Dhuhaa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan berdialog secara interaktif. LPKA Pangkalpinang berharap edukasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran untuk menaati aturan, memperkuat karakter, serta membantu siswa memahami pentingnya bertanggung jawab atas setiap tindakan. (afn)
Kontributor: Humas LPKA Pangkalpinang
What's Your Reaction?


