Dalami Keutamaan Amal Saleh, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Majelis Ta’lim

Dalami Keutamaan Amal Saleh, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Ikuti Majelis Ta’lim

Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin dalami keutamaan amal saleh melalui Majelis Taklim Masjid Baabut Taqwa, Kamis (1/10). Kajian tersebut mengangkat kisah keteladanan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab r.a. sebagai pengingat bahwa kemuliaan tidak hanya diukur dari pencapaian dunia, tetapi juga dari amal kebaikan yang dilakukan.

Kajian hadirkan Ustaz Rahmana dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin sebagai pemateri. Warga Binaan Muslim mengikuti kegiatan dengan menyimak materi tentang keutamaan kedua sahabat Rasulullah saw. serta luasnya amal kebaikan yang mereka lakukan.

Ustaz Rahmana menguraikan sebuah hadis yang menggambarkan besarnya keutamaan Umar bin Khattab dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Kisah tersebut pengingat bahwa setiap kebaikan memiliki nilai dan menjadi bagian penting dalam perjalanan seseorang menuju kemuliaan di akhirat.

Petugas Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Lapas Banjarmasin, Salman Farsi, mengatakan Warga Binaan antusias mengikuti kajian.

“Warga Binaan mengikuti kajian dengan tertib dan menyimak materi yang disampaikan. Kami berharap pesan-pesan keagamaan yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pembinaan,” ujar Salman.

Materi kajian kemudian dikaitkan dengan perbedaan antara pencapaian kehidupan dunia dan kemuliaan di akhirat. Sebagaimana disampaikan dalam kajian, keluhuran dunia dapat dicapai melalui harta, sedangkan keluhuran akhirat dicapai dengan amal saleh.

Kasubsi Bimkemaswat Lapas Banjarmasin, Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membantu Warga Binaan membangun kesadaran untuk memperbaiki diri.

“Pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan pemahaman tentang nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk kesadaran dan kebiasaan positif. Kami ingin warga binaan dapat mengambil hikmah dari setiap materi yang diberikan dan menjadikannya sebagai bekal untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Dampak pembinaan tersebut turut dirasakan oleh Warga Binaan. “Dari kajian ini saya jadi lebih memahami bahwa kebaikan tidak hanya tentang apa yang kita miliki, tetapi juga apa yang kita lakukan. Ini menjadi pengingat bagi saya untuk lebih banyak berbuat baik dan memperbaiki diri selama di sini,” ungkap salah satu Warga Binaan, HY.

Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, tegaskan bahwa pembinaan kepribadian diarahkan untuk mendorong perubahan positif pada diri Warga Binaan, termasuk melalui penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan di Lapas Banjarmasin. Harapannya, nilai yang diperoleh dalam setiap kegiatan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi dapat tercermin dalam sikap dan perilaku Warga Binaan sehingga menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Akhmad.

Majelis Taklim Masjid Baabut Taqwa jadi salah satu sarana pembinaan kepribadian yang dilaksanakan Lapas Banjarmasin secara berkelanjutan untuk membantu Warga Binaan memperkuat pemahaman agama serta membangun sikap dan perilaku yang lebih baik. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0