Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Luwuk Semangat Belajar Calistung
Luwuk, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus berkomitmen membina para Warga Binaan melalui program belajar baca, tulis, dan hitung (calistung), Selasa (22/9). Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan akademik peserta didik di Lapas.
Sebanyak 25 Warga Binaan yang terdiri dari 23 laki-laki dan dua perempuan antusias mengikuti jalannya pembelajaran. Para peserta yang telah terdaftar sebagai peserta program pendidikan kesetaraan ini mendapatkan bimbingan materi yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masing-masing.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja , Rudi Santoso, menjelaskan pentingnya koordinasi dan keberlanjutan program pembinaan akademik di Lapas. "Kegiatan ini dirancang terstruktur agar sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta. Kami berupaya maksimal mendampingi para Warga Binaan agar mereka mengikuti setiap proses pembelajaran dengan baik, fokus, dan mendapatkan hak pendidikannya secara utuh selama menjalani masa pidana," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Luwuk, Yusniati N. Sabata, sebagai pemateri dengan pendampingan langsung dari petugas Lapas Luwuk. Ia menyampaikan apresiasinya atas semangat para peserta yang dinilainya sangat tinggi dalam menyerap materi.
"Pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang di mana mereka berada. Saya sangat terharu serta bangga melihat kesungguhan danantusiasme para Warga Binaan saat mengikuti proses pembelajaran ini. Kami berharap materi dasar calistung yang diberikan menjadi pijakan kuat bagi mereka untuk terus belajar," ungkap Yusniati.
Terpisah, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan program ini dirancang untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Warga Binaan dalam memperoleh pendidikan yang layak. "Program calistung bukan sekadar mengisi waktu, melainkan sarana peningkatan kualitas diri dan pembentukan karakter Warga Binaan. Melalui peningkatan kemampuan dasar ini, kami ingin memastikan mereka memiliki modal dan bekal yang cukup, baik untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun untuk kembali dan berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana," tuturnya.
Melalui program bimbingan belajar ini, Lapas Luwuk berharap terus melahirkan program pembinaan kepribadian berdampak nyata, membuka jalan terang, dan harapan baru bagi para Warga Binaan setelah menghirup udara bebas nantinya. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


