Dari Bengkel hingga Pertukangan, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Terus Berkarya
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus kembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja di Workshop Kegiatan Kerja (Giatja). Pada Jumat (25/9), sejumlah pekerjaan dikerjakan, mulai dari pengecatan bumper mobil hingga pembuatan lemari pakaian.
Pada bidang perbengkelan, Warga Binaan berinisial J mengerjakan pengecatan bumper mobil pesanan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kerapian dan kualitas hasil pekerjaan.
Sementara itu, Warga Binaan berinisial M mengerjakan satu lemari pakaian berukuran panjang 70 sentimeter, lebar 40 sentimeter, dan tinggi 20 sentimeter. Proses pengerjaan meliputi pengukuran bahan, pemotongan, perakitan, hingga tahap penyelesaian akhir.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika menjelaskan kedua pekerjaan tersebut dilakukan sesuai bidang keterampilan yang ditekuni Warga Binaan. Setiap pekerjaan diarahkan dengan memperhatikan ketepatan ukuran, kerapian, dan tahapan pengerjaan agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan.
“Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan mengerjakan setiap tahapan secara langsung, mulai dari persiapan hingga penyelesaian. Kami memberikan arahan dan pengawasan agar pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan teknik, ketelitian, dan kualitas hasil,” ujar Bagus.
Bagi M, pembuatan lemari menjadi kesempatan untuk menerapkan keterampilan pertukangan yang dimilikinya. Ia mengerjakan lemari tersebut secara bertahap sesuai ukuran yang telah ditentukan.
“Saya senang bisa mengerjakan lemari ini karena bisa terus berlatih dan menambah pengalaman. Semoga keterampilan yang saya dapat selama di sini berguna setelah kembali ke masyarakat,” ujar M.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan, kegiatan di Workshop Giatja merupakan komitmen dalam memberikan pembinaan yang mendorong Warga Binaan untuk memiliki keterampilan dan kemandirian. “Kami berkomitmen memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan kerja yang produktif. Bekal keterampilan ini diharapkan mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” harapnya.
Melalui kegiatan di Workshop Giatja, Lapas Banjarmasin terus berikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk terlibat dalam pekerjaan produktif. Selain menghasilkan karya dan jasa, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, ketelitian, dan tanggung jawab sebagai proses pembinaan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


