Dari Kebun ke Etalase, Kakanwil Ditjenpas Jateng Tinjau UMKM Lapas Purwokerto
Purwokerto, INOF_PAS — Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah terus dorong pengembangan program ketahanan pangan menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah. Hal tersebut terlihat saat Kepala Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah, Mardi Santoso, tinjau kegiatan UMKM berbasis hasil panen program ketahanan pangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto, Selasa (29/9).
Dalam peninjauan tersebut, Mardi melihat langsung hasil budidaya berupa cabai, sawi, dan pakcoy yang telah memasuki masa panen. Hasil produksi tersebut selanjutnya dipasarkan melalui area layanan kunjungan Lapas Purwokerto sehingga keluarga Warga Binaan dan masyarakat sekitar Lapas dapat melihat seraya membeli hasil panen secara langsung. Pemanfaatan hasil panen menjadi produk yang dapat dipasarkan menjadi salah satu upaya Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah dalam mendorong agar program ketahanan pangan tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi.
Mardi mengapresiasi langkah Lapas Purwokerto dalam mengembangkan hasil ketahanan pangan menjadi kegiatan UMKM. “Ketahanan pangan tidak berhenti pada bagaimana kita menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana hasil tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga memiliki nilai tambah. Kegiatan UMKM seperti ini perlu terus didorong agar hasil produksi memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Purwokerto, Winarso, menyampaikan pengembangan UMKM tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan hasil produksi dari program ketahanan pangan. “Kami berupaya agar hasil panen dari program ketahanan pangan dapat dimanfaatkan optimal. Melalui kegiatan UMKM ini, berbagai komoditas, seperti cabai, sawi, dan pakcoy dapat dipasarkan kepada masyarakat, khususnya keluarga Warga Binaan yang datang berkunjung,” terangnya.
Selain meninjau kegiatan ketahanan pangan, dilakukan pula pengecekan blok hunian untuk melihat secara langsung kondisi, kelayakan, dan pemanfaatan sejumlah fasilitas yang tersedia. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari monitoring pengelolaan Barang Milik Negara agar tetap terawat dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Jateng
What's Your Reaction?


