Dari Keterampilan Jadi Hasil, Warga Binaan Lapas Tabanan Panen Jagung

Dari Keterampilan Jadi Hasil, Warga Binaan Lapas Tabanan Panen Jagung

Tabanan, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan petik hasil dari keterampilan pertanian yang dipelajari melalui program pembinaan kemandirian melalui panen jagung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Kebun Lapas, Rabu (30/9). Sebanyak 10 kilogram jagung berhasil dipanen dan dipasarkan dengan harga Rp15.000 per kilogram.

Kegiatan ini bagian dari proses pembinaan yang beri pengalaman langsung kepada Warga Binaan, mulai dari mengolah lahan, menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasilnya. Proses tersebut tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membiasakan Warga Binaan menjalani kegiatan produktif yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menyampaikan bahwa hasil panen yang diperoleh menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan.

“Melalui kegiatan pertanian seperti ini, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan, tetapi juga dapat melihat hasil dari proses yang mereka jalani. Ini menjadi bagian dari pembinaan yang kami harapkan dapat memberikan bekal positif untuk kehidupan mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” ujar Basuki.

Ketua Pokja Ketahanan Pangan, Nur Bagus Wahyudi, menambahkan bahwa proses bertani di SAE Kebun Lapas dirancang sebagai ruang belajar yang berlangsung secara berkelanjutan. Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu Warga Binaan kembangkan kemampuan yang bisa dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.

Hal tersebut turut dirasakan MM, Warga Binaan yang mengikuti kegiatan pertanian di SAE Kebun. “Selama di SAE Kebun, saya mendapat banyak pengalaman tentang bercocok tanam. Rasanya senang ketika tanaman yang kami rawat bersama akhirnya bisa dipanen dan menghasilkan,” ungkapnya.

Panen jagung ini salah satu hasil dari proses pembinaan kemandirian yang menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman kerja nyata. Dari keterampilan yang dipelajari, Warga Binaan diajak hasilkan sesuatu yang bernilai dan dapat jadi bekal menuju kehidupan yang lebih mandiri. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tabanan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0