Dari Luka Menjadi Kekuatan, Lapas Perempuan Palu Gelar Self Healing bagi Warga Binaan

Dari Luka Menjadi Kekuatan, Lapas Perempuan Palu Gelar Self Healing bagi Warga Binaan

Sigi, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu gelar kegiatan Self Healing dan Training Magnet Rezeki bagi Warga Binaan beragama Islam dengan tema “Dari Luka Menjadi Kekuatan”, Senin (5/10).

Bertempat di Musala An-Nisa Lapas Perempuan Palu, kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut diikuti 186 Warga Binaan beragama Islam, jajaran pegawai, serta 11 anggota Tim Training Magnet Rezeki.

Staf Subseksi Pembinaan Lapas Perempuan Palu, Danvy, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut salah satu bentuk pembinaan yang menyentuh aspek mental dan spiritual Warga Binaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi diri, menguatkan mental dan spiritual, serta menjadikan pengalaman masa lalu sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Danvy.

Kegiatan diawali penyampaian materi Training Magnet Rezeki oleh Trainer Magnet Rezeki, Diana Husen. Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi self healing yang dipandu Spiritual Healing Mentor, Yufie.

Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengenali diri, berdamai dengan pengalaman masa lalu, serta membangun pola pikir positif. Tema “Dari Luka Menjadi Kekuatan” jadi pesan utama agar Warga Binaan dapat mengambil pembelajaran dari pengalaman yang telah dilalui dan menjadikannya sebagai bekal untuk melangkah ke depan.

Diana Husen menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar Warga Binaan dapat melihat diri dan pengalaman hidup dari sudut pandang yang lebih positif.

“Kami ingin mengajak Warga Binaan untuk tidak terus terjebak pada luka masa lalu, tetapi belajar menerimanya, mengambil hikmahnya, dan menjadikannya kekuatan untuk menata kehidupan ke depan,” ungkap Diana.

Salah seorang Warga Binaan, DS, mengaku mendapat pengalaman dan pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, sesi self healing membantunya lebih mengenali diri dan melihat pengalaman hidup dari sudut pandang yang berbeda.

“Kegiatan ini membuat saya belajar untuk lebih menerima diri dan tidak terus memikirkan masa lalu. Saya ingin menjadikan pengalaman yang ada sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik,” tutur DS.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu Warga Binaan tingkatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus membangun kesadaran untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di Lapas.

Melalui kegiatan edukatif dan reflektif tersebut, Lapas Perempuan Palu terus hadirkan pembinaan yang mendukung kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa semangat perubahan dan bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Palu

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0