Dari Pagi hingga Malam, Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Banjarmasin, INFO_PAS – Pembinaan keagamaan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin pada Kamis (10/9) pagi diisi dengan kajian bersama Ustaz H. Rahmana dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin. Di malam harinya, Warga Binaan juga mengikuti pembacaan Surah Al-Kahfi and tahlil.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Muhammad Ansyari, menjelaskan Jumat telah dijadwalkan sebagai jadwal pembinaan keagamaan yang dilaksanakan berkelanjutan. “Dengan pelaksanaan rutin, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan keagamaan secara konsisten,” jelasnya.
Dalam kajian pagi, Ustaz H. Rahmana mengajak Warga Binaan menjadikan ajaran Rasulullah sebagai pedoman dalam membangun akhlak, terutama dengan menjauhi kezaliman dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. “Jangan sampai kita hanya memikirkan bagaimana menjadi orang baik untuk diri sendiri. Rasulullah mengajarkan agar kita juga menjadi manusia yang memberi manfaat bagi orang lain. Membantu yang kesulitan, meringankan beban, membuat hati orang lain senang, dan tidak menzalimi siapa pun adalah akhlak yang harus kita tumbuhkan,” ungkapnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial RD mendapat pelajaran penting dari kajian tersebut, khususnya mengenai bagaimana tetap memberikan manfaat bagi orang lain meski sedang menjalani pembinaan di Lapas. “Yang saya dapat dari kajian ini adalah kita harus lebih menjaga sikap dan tidak hanya memikirkan diri sendiri. Di dalam Lapas pun kita masih bisa berbuat baik, membantu sesama, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Memasuki malam hari, pembacaan Surah Al-Kahfi dan tahlil merupakan kegiatan rutin Sepanjang kegiatan, para santri Warga Binaan didampingi petugas, Rizky Ramadhan, untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan tertib sesuai prosedur.
“Kami melakukan pendampingan dari awal hingga kegiatan selesai untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar, aman, dan tertib. Pengawasan tetap dilakukan sesuai dengan prosedur sehingga kegiatan keagamaan berlangsung dengan khidmat tanpa mengabaikan aspek keamanan,” jelas Rizky.
RY, salah seorang Warga Binaan, menyampaikan kegiatan bersama di masjid memberikan suasana yang berbeda dan membuatnya lebih tenang. “Alhamdulillah, setiap malam Jumat kami bisa bersama-sama membaca Al-Qur’an dan tahlil. Kegiatan seperti ini membuat hati lebih tenang dan mengingatkan kami untuk terus menjaga diri,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin Akhmad Herriansyah, menegaskan penguatan spiritual menjadi pembinaan kepribadian yang diberikan kepada Warga Binaan. “Kegiatan keagamaan kami dorong secara konsisten karena pembinaan karakter juga membutuhkan penguatan mental dan spiritual. Kami berharap nilai-nilai yang mereka dapatkan tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” harapnya.
Rangkaian kegiatan keagamaan dari pagi hingga malam tersebut menjadi upaya Lapas Banjarmasin menjaga kesinambungan pembinaan sekaligus memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperkuat ibadah dan membangun kebiasaan positif. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


