Dari Racik Nutrisi hingga Pasarkan Hasil, Lapas Luwuk Kembangkan Hidroponik 3 M
Luwuk, INFO_PAS – Hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kini tidak sekadar berbicara tentang menanam dan memanen. Kamis (24/9), Lapas Luwuk mulai memperkuat salah satu mata rantai penting dalam budi daya hidroponik dengan memproduksi sendiri nutrisi A dan B, sebagai langkah menuju pertanian yang semakin mandiri dari hulu hingga hilir.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Subseksi Kegiatan Kerja tersebut melibatkan petugas, Warga Binaan, serta peserta magang yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian. Kolaborasi ini jadi ruang transfer pengetahuan sekaligus praktik langsung dalam mengembangkan kemampuan produksi bahan pendukung budi daya hidroponik.
Bagi Lapas Luwuk, nutrisi A dan B bukan sekadar bahan untuk membuat tanaman tumbuh. Nutrisi merupakan salah satu komponen penting sekaligus relatif mahal dalam budi daya hidroponik. Karena itu, kemampuan memproduksinya secara mandiri jadi langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Dari sinilah konsep “3 Mandiri” mulai dibangun: mandiri proses, mandiri bahan, dan mandiri pemasaran.
Mandiri proses diwujudkan dengan meningkatkan kemampuan petugas dan Warga Binaan dalam menguasai tahapan budi daya hidroponik, mulai dari persiapan, penyemaian, perawatan, pemberian nutrisi, hingga panen.
Mandiri bahan diperkuat melalui kemampuan memproduksi sendiri kebutuhan pendukung budi daya, salah satunya nutrisi A dan B. Dengan demikian, kegiatan pertanian tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan bahan dari luar.
Sementara mandiri pemasaran diarahkan agar hasil pertanian hidroponik tidak berhenti pada proses panen, tetapi dapat terserap dan memberi nilai ekonomi melalui pemasaran kepada masyarakat maupun mitra yang membutuhkan produk pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, peserta magang dengan latar belakang pendidikan pertanian turut memberikan pengetahuan teknis kepada petugas dan Warga Binaan. Kehadiran mereka menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Heru Cahyono, menjelaskan bahwa peracikan nutrisi secara mandiri dirancang untuk menjaga konsistensi kualitas tanaman sekaligus mengoptimalkan anggaran operasional.
“Selama ini nutrisi A dan B menjadi salah satu porsi biaya terbesar dalam perawatan hidroponik. Dengan meracik sendiri berbekal formula yang tepat dan pendampingan teknis, kita bisa memangkas biaya operasional secara signifikan tanpa mengurangi kualitas hasil panen. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian bahan yang berkelanjutan,” ujar Heru.
Warga Binaan yang terlibat juga mendapatkan pengalaman langsung dalam kegiatan pertanian. Mereka tidak hanya menjadi tenaga dalam proses budi daya, tetapi mulai diperkenalkan pada aspek teknis dan pengelolaan produksi.
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menyampaikan bahwa pengembangan hidroponik merupakan bagian dari upaya menjadikan kegiatan kerja sebagai sarana pembinaan yang memiliki nilai keterampilan dan ekonomi.
“Kita ingin Lapas Luwuk semakin mandiri. Mandiri prosesnya, mandiri bahan pendukungnya, dan ke depan mandiri pemasarannya. Ketika tiga hal ini bisa berjalan bersama, maka kegiatan pertanian tidak hanya menjadi aktivitas pembinaan, tetapi dapat menjadi sebuah sistem produktif yang memberikan manfaat bagi Warga Binaan dan Lapas,” ungkapnya.
Menurut Bahrun, kemampuan memproduksi kebutuhan pertanian secara mandiri juga menjadi bentuk efisiensi sekaligus pembelajaran bagi Warga Binaan. “Ada nilai pembelajaran yang sangat besar. Mereka belajar bagaimana menghitung kebutuhan, bekerja dengan teliti, menjaga kualitas, bertanggung jawab terhadap proses, kemudian melihat hasil kerja mereka memiliki nilai ekonomi. Ini yang ingin kita bangun melalui kegiatan kemandirian,” tambahnya.
Langkah produksi nutrisi A dan B tersebut sekaligus mendukung pengembangan ketahanan pangan dan kegiatan kerja produktif di Lapas Luwuk. Pengembangan hidroponik diarahkan tidak hanya pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang menjalankannya.
Ke depan, Lapas Luwuk mendorong agar setiap mata rantai kegiatan dapat saling terhubung. Bahan disiapkan secara mandiri, proses dikerjakan secara mandiri, serta hasil dipanen dan dipasarkan secara produktif. Lapas Luwuk: Mandiri Prosesnya, Mandiri Bahannya, Mandiri Pemasarannya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


