Dari Stik Es Krim Jadi Karya, Lapas Bandanaira Dorong Warga Binaan Lebih Produktif

Dari Stik Es Krim Jadi Karya, Lapas Bandanaira Dorong Warga Binaan Lebih Produktif

Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus dorong produktivitas Warga Binaan melalui program pembinaan kemandirian. Salah satunya melalui pembuatan kerajinan tangan dari stik es krim, Sabtu (19/9).

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1 Tahun 2026. Mereka mendampingi Warga Binaan dalam proses pembuatan kerajinan, mulai dari menyiapkan bahan, merancang bentuk, merangkai stik, hingga menghasilkan hiasan dinding dan asbak.

Melalui pelatihan ini, Warga Binaan mendapat kesempatan mengasah keterampilan mengolah stik es krim menjadi kerajinan tangan bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha. Selain hasilkan produk bernilai guna dan ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk melatih kreativitas, ketekunan, kedisiplinan, dan kepercayaan diri.

Salah satu peserta magang, Sarifa Assegaff, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan melihat secara langsung kreativitas Warga Binaan dalam menghasilkan karya.

"Saya sangat senang bisa ikut mendampingi Warga Binaan dalam membuat kerajinan tangan. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi saya sekaligus memperlihatkan bahwa Warga Binaan memiliki kreativitas yang dapat dikembangkan. Dengan pendampingan dan dukungan yang baik, mereka mampu menghasilkan karya yang bermanfaat," ujar Sarifa.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Warga Binaan. Salah satu Warga Binaan, Dd, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang dinilai mampu mengisi waktu dengan aktivitas positif sekaligus memberikan keterampilan baru.

"Kami sangat senang mengikuti kegiatan seperti ini karena bisa mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan produktif. Selain mengurangi kejenuhan, kami juga bisa belajar membuat kerajinan, berkreasi bersama, dan mendapatkan keterampilan baru yang bisa terus kami kembangkan," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, menyampaikan pembinaan kemandirian terus diarahkan pada pengembangan potensi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pembinaan.

"Kami ingin setiap kegiatan pembinaan memberikan pengalaman dan keterampilan bermanfaat bagi Warga Binaan. Kerajinan tangan seperti hiasan dinding dan asbak ini menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan kreativitas, ketekunan, dan rasa tanggung jawab dalam berkarya," ujar Samad.

Melalui pembinaan kemandirian, Lapas Bandanaira berkomitmen beri ruang kepada Warga Binaan untuk kembangkan potensi dan keterampilan. Pemanfaatan bahan sederhana seperti stik es krim menjadi berbagai karya diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta semangat produktif sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Bandanaira

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1