Dorong Legalitas Produk Warga Binaan, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Dinkes Kota Madiun untuk PIRT

Dorong Legalitas Produk Warga Binaan, Lapas Pemuda Madiun Gandeng Dinkes Kota Madiun untuk PIRT

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus dorong peningkatan kualitas dan legalitas produk hasil pembinaan Warga Binaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Madiun dalam proses pengurusan Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) untuk produk makanan Warga Binaan berupa keripik, Senin (19/1).

Sebelumnya, kegiatan kerja Lapas Pemuda Madiun telah melakukan pendaftaran PIRT secara virtual sebagai tahapan awal pemenuhan legalitas produk. Selanjutnya, pada kesempatan ini dilakukan pengecekan lapangan secara langsung oleh dua perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Madiun guna memastikan proses produksi telah sesuai standar keamanan pangan yang ditetapkan.

Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Denny Wahyu Kristanto, beserta jajaran. Tim dinkes melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana produksi, mulai dari kebersihan ruang produksi, peralatan, alur pengolahan, hingga penerapan sanitasi dan higienitas.

Denny menyampaikan pengurusan PIRT merupakan bentuk keseriusan Lapas dalam menghadirkan produk Warga Binaan yang aman, berkualitas, dan layak edar. “Dengan adanya PIRT, produk hasil kegiatan kerja Warga Binaan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga memiliki legalitas yang diakui sehingga dapat bersaing di pasaran,” ungkapnya.

Mewakili Dinkes Kota Madiun, Devi Andri menjelaskan pengecekan lapangan merupakan bagian dari proses verifikasi sebelum penerbitan PIRT. “Pengecekan ini bertujuan memastikan proses produksi telah memenuhi persyaratan keamanan pangan. Secara umum sudah baik, hanya ada beberapa catatan kecil yang perlu dilengkapi,” jelasnya.

Sementarai itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi yang diberikan oleh Dinkes Kota Madiun. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat penting dalam mendukung program pembinaan kemandirian Warga Binaan.

“Kami mengapresiasi pendampingan dari dinkes. Ini menjadi langkah nyata agar Warga Binaan memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan bekal bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” tutur Wahyu.

Melalui pengurusan PIRT ini, Lapas Pemuda Madiun berharap produk makanan hasil karya Warga Binaan makin dipercaya oleh masyarakat sekaligus menjadi sarana pembinaan berkelanjutan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0