Dorong Literasi, Lapas Tanjung Sosialisasikan Manfaat Membaca bagi Warga Binaan

Dorong Literasi, Lapas Tanjung Sosialisasikan Manfaat Membaca bagi Warga Binaan

Tanjung, INFO_PAS – Minat literasi Warga Binaan kembali diperkuat melalui sosialisasi manfaat membaca yang digelar di perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, Jumat (24/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kepribadian yang berfokus pada peningkatan wawasan, pengetahuan, serta pembentukan pola pikir positif melalui budaya membaca.

Sosialisasi diikuti oleh pegawai, peserta magang, dan Warga Binaan dengan menghadirkan Diah selaku peserta magang sebagai pemateri yang didampingi oleh pegawai pembinaan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca sebagai sarana pembelajaran mandiri sekaligus media refleksi diri bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.

Dalam paparannya, Diah menjelaskan bahwa membaca bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang, tetapi merupakan jendela ilmu yang mampu membuka cara pandang baru serta membantu seseorang membangun pola pikir yang lebih baik.

“Membaca dapat menjadi teman terbaik bagi Warga Binaan untuk memperkaya pengetahuan, menenangkan pikiran, dan membangun harapan baru untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Diah.

Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan membaca mampu melatih konsentrasi, meningkatkan daya ingat, serta memperluas wawasan yang bermanfaat saat Warga Binaan kembali ke masyarakat. Menurutnya, perpustakaan di dalam Lapas harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang belajar yang produktif.

Pegawai pembinaan, Muhammad Lutfi Mushab, dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan literasi merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian di dalam Lapas. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Literasi menjadi bekal penting agar mereka memiliki pengetahuan dan pola pikir yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan sosialnya,” jelas Lutfi.

Antusiasme terlihat dari Warga Binaan yang mengikuti kegiatan secara aktif, termasuk Slamet yang turut menyampaikan kesannya. “Dengan adanya sosialisasi ini, saya jadi lebih termotivasi untuk rutin membaca. Buku-buku di perpustakaan ternyata sangat membantu menambah pengetahuan dan membuat pikiran lebih tenang,” ungkap Slamet.

Lapas Tanjung berharap budaya membaca dapat tumbuh secara konsisten di kalangan Warga Binaan sebagai bagian dari proses pembinaan yang berkelanjutan. Literasi diharapkan menjadi sarana perubahan diri sehingga Warga Binaan memiliki bekal pengetahuan, sikap positif, serta kesiapan untuk kembali berperan di tengah Masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tanjung

 

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0