Dukung Ketahanan Pangan, Panen Raya Kanwil Ditjenpas Sulteng Tembus 1 Ton
Sigi, INFO_PAS - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) catat capaian konkret dalam mendukung ketahanan pangan melalui kegiatan panen raya komoditas pertanian dengan total hasil menembus 1 ton.
Kegiatan panen raya dilaksanakan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu dan dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (15/1).
Panen dilaksanakan pada lahan seluas 18.407 meter persegi dengan total estimasi hasil mencapai 1.003 kilogram dari 12 jenis komoditas pertanian yaitu: jagung, kangkung, jambu kristal, sawi, kacang panjang, terung, pakcoy, ubi kayu, pepaya, ubi jalar, bayam, dan cabai. Capaian tersebut merupakan akumulasi produksi dari 14 UPT Pemasyarakatan yang tersebar di berbagai daerah.
“Ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat berjalan secara seragam dan berkelanjutan jika dikelola dengan komitmen serta kolaborasi yang kuat. Ke depan, program ini akan terus kami dorong agar semakin produktif dan berdampak luas,” ujar Bagus.
Panen raya tersebut merupakan bagian dari Panen Raya Pemasyarakatan Serentak Nasional yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Kegiatan ini diikuti secara virtual oleh Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Bagus Kurniawan menegaskan bahwa capaian tersebut mencerminkan arah baru pembinaan Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan internal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Panen raya ini bukan sekadar simbol keberhasilan tanam, melainkan bukti bahwa pembinaan kemandirian Warga Binaan mampu berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan sekaligus memiliki nilai ekonomi. Pemasyarakatan hadir sebagai bagian dari solusi, dan hasil penjualan panen akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatra,” tegas Bagus.
Ia menjelaskan, program pertanian yang dijalankan di Lapas dan Rutan tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, etos kerja, serta kesiapan reintegrasi sosial ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Panen raya ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan dan kemandirian pangan berbasis pembinaan Warga Binaan,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, melalui Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, Rohani Mastura, menyampaikan apresiasi atas kontribusi jajaran Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“Apa yang dilakukan Pemasyarakatan menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari berbagai sektor. Program seperti ini patut diperkuat karena memberikan dampak ganda, baik bagi pembinaan Warga Binaan maupun bagi masyarakat luas,” ungkap Rohani.
Panen raya ini menegaskan peran Pemasyarakatan sebagai institusi yang produktif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan nasional, sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pembangunan berbasis inklusi sosial. (afn)
Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah
What's Your Reaction?


