Dukung Kreasi Warga Binaan, Lapas Batulicin Kembangkan Barbershop Modern
Batulicin, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus tunjukkan perkembangan melalui layanan Barbershop Lapas Batulicin yang kini hadir dengan fasilitas lebih modern dan representatif, Selasa (23/6). Transformasi ini menjadi bukti komitmen hadirkan sarana pembinaan yang berkualitas sekaligus bekali Warga Binaan dengan keterampilan bernilai ekonomi.
Sebelumnya, layanan pangkas rambut hanya didukung peralatan sederhana di area Balai Latihan Kerja (BLK). Seiring perkembangan program, barbershop kini dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif dengan konsep layaknya barbershop profesional dan dilengkapi peralatan yang lebih modern.
Fasilitas baru tersebut beri suasana belajar yang lebih nyaman bagi Warga Binaan yang terlibat dalam pembinaan kemandirian bidang pangkas rambut, sekaligus tingkatkan motivasi untuk kembangkan keterampilan.
Setiap hari, barbershop ini melayani rata-rata sekitar 15 Warga Binaan dengan berbagai model potongan rambut. Layanan dikerjakan oleh Warga Binaan yang bertugas sebagai tamping barbershop, mulai dari model klasik hingga gaya modern.
Program ini tidak hanya menjaga kerapian penampilan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan teknis, etika pelayanan, komunikasi, serta kewirausahaan.
Petugas Lapas Batulicin, Effendi, menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas turut berdampak pada kualitas pembinaan yang diberikan.
“Barbershop ini terus berkembang dari waktu ke waktu, baik dari sisi fasilitas maupun keterampilan Warga Binaan. Dengan peralatan yang lebih lengkap, mereka dapat belajar lebih optimal dan keterampilan yang diperoleh menjadi lebih relevan dengan kebutuhan usaha pangkas rambut saat ini,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku antusias dengan peningkatan fasilitas tersebut.
“Fasilitas yang ada sekarang membuat kami lebih semangat belajar. Kami bisa mempraktikkan berbagai model potongan rambut dengan peralatan yang lebih lengkap seperti di barbershop profesional,” ungkapnya.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa pengembangan barbershop merupakan bagian dari pembinaan yang adaptif dan berorientasi pada kemandirian.
“Pembinaan tidak boleh berhenti pada teori, tetapi harus diwujudkan dalam sarana yang mendukung peningkatan kompetensi secara nyata. Kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang berkualitas dan berdaya saing ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


