Dukung Zero Disease, Lapas Luwuk dan Puskesmas Simpong Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan

Dukung Zero Disease, Lapas Luwuk dan Puskesmas Simpong Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Warga Binaan

Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk bekerja sama dengan Puskesmas Simpong gelar skrining Infeksi Menular Seksual (IMS), pemeriksaan suspek kusta, dan tindak lanjut pelayanan kasus sifilis bagi Warga Binaan, Rabu (24/6). Langkah preventif ini dilakukan sebagai pemenuhan hak pelayanan kesehatan sekaligus deteksi dini guna memutus mata rantai penularan penyakit di dalam blok hunian dalam mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas dari penyakit menular (zero disease),

Kegiatan ini diawali dengan skrining IMS yang menyasar 40 Warga Binaan. Proses pemeriksaan fisik dan wawancara klinis dilakukan secara intensif di mana hasil dari pemeriksaan ini nantinya akan menjadi dasar utama bagi tim medis dalam menentukan langkah penanganan dan tindak lanjut medis selanjutnya.

Selain skrining IMS, tim medis juga memberikan perhatian khusus pada deteksi penyakit menular lainnya dengan melakukan pengambilan spesimen swab terhadap satu pasien suspek kusta. Sampel tersebut akan dikirim untuk keperluan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna membantu penegakan diagnosis secara tepat dan akurat.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan sinergi lintas instansi ini merupakan komitmen dalam memberikan pelayanan publik berbasis hak asasi manusia, khususnya di bidang kesehatan. "Kesehatan adalah modal utama mereka untuk bisa mengikuti seluruh program pembinaan di Lapas. Melalui skrining massal dan penanganan intensif ini, kami bisa melakukan respons cepat terhadap potensi penyebaran penyakit menular, seperti IMS dan kusta," harapnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari tim medis Puskesmas Simpong, Candra, yang turun langsung dalam kegiatan ini. Mereka menilai keterbukaan Lapas Luwuk sangat membantu kelancaran program pencegahan penyakit menular di wilayah Kabupaten Banggai.

“Lingkungan dengan densitas tinggi, seperti blok hunian memang memerlukan perhatian ekstra. Melalui skrining berkala, intervensi obat,  seperti injeksi benzatin penisilin, dan pengambilan sampel kusta ini, kita bisa memetakan sekaligus memutus mata rantai penularan secara cepat dan tepat," ungkap Candra.

Pada waktu yang sama, pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan yang membutuhkan penanganan darurat tetap berjalan maksimal. Dokter Klinik Lapas, dr. Andry, secara langsung melakukan pemeriksaan dan penatalaksanaan terhadap Warga Binaan yang datang berobat ke Instalasi Gawat Darurat Klinik Lapas sesuai keluhan dan kondisi medis masing-masing pasien.

Melalui pelayanan kesehatan terpadu ini, Lapas Luwuk berharap terus mempertahankan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan kondusif sehingga seluruh Warga Binaan menjalani masa pidana mereka dalam keadaan prima. (IR)

 

Kontributor: Lapas Luwuk

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0