Evaluasi Menyeluruh, Program Terarah: Lapas Kelas I Tangerang Mantapkan Kinerja 2026

Evaluasi Menyeluruh, Program Terarah: Lapas Kelas I Tangerang Mantapkan Kinerja 2026

Tangerang, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang gelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Tahun 2025 sekaligus Penyampaian Program Kerja Tahun 2026, Jumat (2/1). Bertempat di Ruang Rapat Gedung Olahraga Lapas Kelas I Tangerang, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja sekaligus memperkuat sinergi lintas bidang dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan Pemasyarakatan. Ini juga komitmen Lapas Kelas I Tangerang terhadap implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya program prioritas Pemasyarakatan.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, hadir didampingi jajaran struktural dan seluruh petugas. Kehadiran pimpinan dan jajaran menegaskan komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam mewujudkan kinerja yang terukur, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan layanan Pemasyarakatan.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Kelompok Kerja, Kepala Bagian Tata Usaha, Rahardjo Sudharmono, yang menekankan pentingnya monev sebagai sarana konsolidasi internal untuk menyatukan langkah seluruh bidang. “Momen ini menjadi ruang konsolidasi bersama untuk menyatukan langkah seluruh bidang. Setiap rencana aksi yang telah disepakati harus dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan saling terintegrasi agar seluruh program kerja berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja Lapas Kelas I Tangerang,” terangnya.

Selanjutnya, Kalapas Kelas I Tangerang memaparkan Monev Kinerja Tahun 2025 sekaligus arah kebijakan dan prioritas Program Kerja Tahun 2026. Beni menegaskan evaluasi kinerja harus menjadi dasar perbaikan berkelanjutan di seluruh lini organisasi.

“Monev bukan sekadar melihat capaian angka, tetapi menjadi cerminan komitmen dan tanggung jawab kita bersama. Setiap bidang harus mampu membaca hasil evaluasi secara objektif dan menerjemahkannya ke dalam program kerja yang konkret, realistis, serta berdampak langsung pada keamanan, pembinaan, dan kualitas pelayanan Pemasyarakatan,” tegas Beni.

Pembahasan difokuskan pada sejumlah rencana aksi dan langkah strategis yang dirancang untuk menjawab tantangan pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat kinerja Lapas Kelas I Tangerang ke depan. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya menyoroti capaian, tetapi juga mengidentifikasi area penguatan yang membutuhkan perhatian bersama.

Pada aspek keamanan dan ketertiban (kamtib), ditegaskan pentingnya langkah preventif yang konsisten melalui peningkatan intensitas penggeledahan rutin. Upaya ini dipadukan dengan penguatan sinergi antara Bidang Kesatuan Pengamanan Lapas dan Koperasi dalam optimalisasi pendapatan Warung Telekomunikasi Khusus sebagai tata kelola layanan internal yang tertib, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, stabilitas kamtib diharapkan terus terjaga seiring peningkatan kualitas pengelolaan lembaga.

Sejalan dengan itu, meskipun kondisi hunian dinilai relatif terkendali, dirumuskan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan. Penanganan Warga Binaan berisiko tinggi diarahkan melalui rencana pemindahan ke Lapas Maximum Security dan penyiapan blok khusus pembinaan. Dalam mendukung kebijakan tersebut, Bidang Pembinaan didorong untuk memastikan kelengkapan dan keakuratan data administrasi sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat dan akuntabel.

Beranjak ke sektor pembinaan dan kegiatan kerja, perhatian tertuju pada penguatan kemandirian dan produktivitas Warga Binaan. Pemanfaatan lahan tidur direncanakan untuk mendukung pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis yang disinergikan dengan pengembangan ketahanan pangan internal, seperti hidroponik, budidaya ikan lele, dan produksi pangan lainnya. Selain memenuhi kebutuhan internal, program ini juga diarahkan untuk memberikan keterampilan bernilai guna bagi Warga Binaan sebagai bekal reintegrasi sosial.

Selanjutnya, penataan dapur sehat dan sistem distribusi makanan dibahas secara lebih mendalam. Mekanisme penyaluran makanan hingga ke depan pintu kamar hunian ditegaskan sebagai peningkatan kualitas layanan disertai kewajiban penyediaan air minum oleh pihak penyedia. Pada saat yang sama, disoroti juga pentingnya strategi pemasaran produk hasil karya Warga Binaan yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan dengan penegasan pelaporan Penerimaan Negara Bukan Pajak kepada pimpinan sebagai wujud akuntabilitas.

Tidak hanya menyentuh aspek keamanan dan kemandirian, seluruh jajaran mengulas penguatan layanan dasar yang berdampak langsung pada kualitas hidup Warga Binaan. Rencana pembangunan ruang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat tersendiri diproyeksikan untuk mendukung pendidikan kesetaraan, sementara optimalisasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan terus didorong sebagai bagian dari efisiensi dan keberlanjutan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan bakti sosial direncanakan berjalan secara berkelanjutan sebagai bentuk kepedulian dan pemenuhan hak dasar.

Rangkaian pembahasan tersebut makin diperkaya melalui sesi diskusi yang berlangsung konstruktif. Berbagai masukan strategis disampaikan, mulai dari kesiapan perpanjangan izin klinik, optimalisasi pemanfaatan lahan pendukung ketahanan pangan, hingga penataan sarana dan prasarana penunjang. Seluruh masukan disepakati untuk ditindaklanjuti secara konsisten, terukur, dan bertanggung jawab oleh masing-masing bidang sesuai tugas dan fungsinya.

Sebagai penutup, seluruh jajaran bertekad menjadikan hasil pembahasan sebagai pijakan penguatan kinerja ke depan. Dengan sinergi lintas bidang yang makin solid dan perencanaan yang terarah, Lapas Kelas I Tangerang optimistis mampu melaksanakan program kerja secara efektif sekaligus menghadirkan layanan Pemasyarakatan yang makin berkualitas dan berdaya guna. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kelas I Tangerang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0