Gandeng Gereja Anugerah, Lapas Tual Penuhi Hak Ibadah Warga Binaan
Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus penuhi hak spiritual serta bentuk karakter positif bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar ibadah dan pembinaan rohani rutin bagi Warga Binaan beragama Kristen Protestan di Gereja Oikumene Lapas Tual, Kamis (24/9).
Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Tual, Fransisco Fanulene, menegaskan pentingnya pembinaan spiritual sebagai fondasi reintegrasi sosial agar Warga Binaan siap secara mental dan memiliki perubahan perilaku yang berkelanjutan.
“Pembinaan rohani ini merupakan fondasi penting dalam proses reintegrasi sosial mereka. Kami hadir di sini bukan hanya sebagai pembina, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga yang mendukung proses perubahan hidup mereka,” ujar Fanulene.
Senada dengan hal tersebut, Pendeta J. Kalajukin dari Gereja Anugerah dalam khotbahnya menyampaikan pesan pemulihan bahwa keterbatasan ruang gerak bukanlah halangan untuk bertobat serta meyakinkan adanya kesempatan kedua bagi setiap pribadi. “Jeruji besi tidak membatasi kasih Tuhan dan kesempatan untuk berubah. Saya melihat antusiasme yang luar biasa dari saudara-saudara kita di sini menciptakan atmosfer ibadah yang sangat menyentuh hati,” ungkap Pendeta Kalajukin.
Pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin tersebut memberikan dampak positif bagi Warga Binaan. Salah satunya, Petu, mengaku bersyukur atas konsistensi pelaksanaan ibadah dan pembinaan yang diberikan.
“Di sini kami dikuatkan, diingatkan, dan diajarkan untuk tidak putus asa. Pembinaan ini membuat saya sadar bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik untuk masa depan saya setelah keluar dari sini,” ungkapnya.
Melalui program bimbingan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Tual berharap Warga Binaan dapat menyerap nilai moral positif agar kelak siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang taat hukum, religius, dan berdampak baik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Tual
What's Your Reaction?


