Gandeng Penyuluh Agama, Lapas Tual Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Protestan

Gandeng Penyuluh Agama, Lapas Tual Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Protestan

Langgur, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus berupaya penuhi hak Warga Binaan memperoleh layanan keagamaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan beragama Kristen Protestan yang dilaksanakan secara rutin bekerja sama dengan penyuluh agama dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Selasa (2/6).

Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Tual, Fransisco Fanulene, menegaskan bahwa pembinaan rohani merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan.

"Kami berkomitmen memastikan hak beribadah seluruh Warga Binaan terpenuhi dengan baik. Kehadiran para penyuluh agama dari Kemenag Malra sangat membantu dalam pelaksanaan pembinaan ini. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami perubahan karakter yang lebih baik," ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung di gereja Lapas tersebut diisi dengan puji-pujian dan pendalaman firman Tuhan. Penyuluh Agama Kemenag Malra, Meike Simaela, yang pimpin ibadah menyampaikan bahwa program tersebut berfokus pada penguatan spiritual dan penanaman nilai-nilai moral.

"Tugas kami di sini adalah menaburkan firman Tuhan yang menguatkan. Kami melihat ada kerinduan yang besar dari jemaat di Lapas Tual untuk berubah. Melalui bimbingan ini, kami mengajak mereka berdamai dengan masa lalu dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," jelasnya.

Pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin tersebut memberikan dampak positif bagi Warga Binaan. Salah satunya, Arki, yang mengaku bersyukur atas konsistensi pelaksanaan ibadah dan pembinaan yang diberikan.

"Ibadah bersama bapak dan ibu penyuluh selalu menjadi momen yang kami tunggu. Di sini kami dikuatkan, diingatkan, dan diajarkan untuk tidak putus asa. Pembinaan ini membuat saya sadar bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik untuk masa depan saya setelah keluar dari sini," ungkapnya.

Melalui pembinaan kerohanian yang berkelanjutan, Lapas Tual berharap Warga Binaan Protestan dapat mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari selama menjalani masa pidana serta menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tual

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0