Gandeng Puskesmas, Lapas Wahai Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Massal

Gandeng Puskesmas, Lapas Wahai Gelar Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Tes Urine Massal

Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai tunjukkan keseriusannya berantas peredaran gelap narkotika dengan menggelar penyuluhan kesehatan dan tes urine massal bersama Puskesmas Perawatan Wahai, Jumat (8/5). Kegiatan yang berlangsung di area Lapas tersebut libatkan petugas dan Warga Binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.

Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi oleh tenaga medis Puskesmas. Dalam sesi tersebut, Warga Binaan diberikan penjelasan mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis zat terlarang, hingga dampak buruk jangka panjang terhadap kesehatan fisik dan mental.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret kami dalam mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas Wahai benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba, baik dari sisi petugas maupun Warga Binaan, demi mewujudkan target Zero Halinar (handphone, pungli, dan narkoba),” ujar La Joi.

Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pengambilan sampel urine. Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Rianti, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap petugas dan Warga Binaan.

“Tes urine dilakukan terhadap 17 orang yang terdiri dari lima petugas dan 12 Warga Binaan secara acak. Kami bersyukur seluruh hasilnya menunjukkan negatif. Ini membuktikan bahwa pola pengawasan dan pembinaan yang kami jalankan selama ini berjalan efektif,” jelas Fitri.

Sinergi dengan pihak luar juga dinilai menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas. Perwakilan Puskesmas, Adniati Lapani, mengatakan edukasi menjadi langkah awal membangun kesadaran Warga Binaan agar menjauhi narkoba.

“Sebelum tes dilakukan, kami memberikan penyuluhan mengenai jenis-jenis narkoba serta dampak buruknya bagi kesehatan jangka panjang. Edukasi ini penting agar Warga Binaan memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba, bukan hanya karena takut pada sanksi, tetapi juga demi menjaga kesehatan mereka,” kata Adniati.

Menanggapi hasil tes urine yang seluruhnya negatif, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi sekaligus menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas.

“Saya mengapresiasi sinergi antara Lapas Wahai dengan puskesmas setempat. Hasil negatif dari tes urine ini harus dipertahankan. Saya tegaskan kembali bahwa tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat dalam peredaran atau penggunaan narkoba di dalam Lapas. Komitmen ini harga mati,” tegas Ricky.

Lapas Wahai akan terus memperketat pengawasan dan rutin melakukan pemeriksaan guna memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari narkoba dan praktik terlarang lainnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Wahai

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0