Hadirkan Hati dalam Salat, Warga Binaan Lapas Banjarmasin Perdalam Makna Tasyahud Akhir
Banjarmasin, INFO_PAS – Masjid Baabut Taqwa Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terasa syahdu saat digelar kajian Islam pada Senin (29/6) tentang menghadirkan hati dalam setiap rangkaian salat. Pembinaan kepribadian tersebut diikuti Warga Binaan dengan penuh kekhusyukan sebagai upaya memperdalam pemahaman agama sekaligus meningkatkan kualitas ibadah.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan Banjarmasin, Muhammad Ansyari, menyampaikan pembinaan keagamaan merupakan salah satu pilar penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, diharapkan tumbuh kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.
"Kajian Islam rutin menjadi sarana memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran diri Warga Binaan. Kami berharap setiap materi yang diterima tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi pedoman dalam beribadah dan berperilaku, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat," harap Ansyari.
Dalam tausiahnya, Ustaz Mursalim menjelaskan tasyahud akhir bukan sekadar rangkaian bacaan sebelum salam, melainkan momen istimewa bagi seorang Muslim untuk benar-benar menghadirkan hati di hadapan Allah Swt. Ia mengingatkan setiap Muslim tidak hanya melafalkan bacaan tasyahud dengan lisan, tetapi juga menghayati maknanya dengan sepenuh hati.
“Mari perbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw. sebagai wujud cinta kepada Rasulullah sekaligus ikhtiar meraih syafaat beliau di hari akhir,” ajak Ustaz Mursalim.
Salah seorang Warga Binaan berinisial RD memperoleh banyak pelajaran dari materi yang disampaikan. Menurutnya, kajian tersebut memberikan pemahaman baru bahwa kekhusyukan salat tidak hanya ditentukan oleh bacaan, tetapi juga oleh kehadiran hati.
"Saya jadi lebih memahami bahwa salat bukan hanya membaca bacaan, tetapi juga menghadirkan hati dan menghayati setiap doa. Materi hari ini membuat saya makin termotivasi untuk memperbaiki ibadah dan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad saw.," ungkap RD.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kepribadian berbasis keagamaan akan terus diperkuat sebagai pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan. "Pembinaan keagamaan merupakan investasi karakter bagi Warga Binaan. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga menjalani proses perubahan yang nyata melalui penguatan iman, akhlak, dan nilai-nilai spiritual. Harapannya, saat kembali ke masyarakat, mereka menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya," harapnya.
Kajian Islam menjadi salah satu program pembinaan kepribadian di Lapas Banjarmasin yang dilaksanakan secara berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan didorong untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak, dan membangun kesadaran spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


