Kanwil Ditjenpas Kalbar Kawal Razia Gabungan dan Tes Urine di Lapas Pontianak

Kanwil Ditjenpas Kalbar Kawal Razia Gabungan dan Tes Urine di Lapas Pontianak

Pontianak, INFO_PAS — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Barat kawal penggeledahan blok hunian yang dirangkaikan dengan tes urine secara acak bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak, Senin (21/9). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi bersama Aparat Penegak Hukum (APH), yakni Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Nasihul Hakim, menyampaikan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat turut mengawasi razia gabungan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Ia menekankan agar proses penertiban dilakukan secara humanis dengan tetap menghormati dan memenuhi hak-hak Warga Binaan.

“Kami hadir untuk memastikan pelaksanaan razia gabungan ini berjalan sesuai ketentuan dan dilakukan secara humanis. Penertiban memang penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban (kamtib), tetapi dalam pelaksanaannya kami tetap memastikan hak-hak Warga Binaan tidak dihilangkan,” ujar Nasihul.

Dalam pelaksanaannya, petugas gabungan menyusuri sejumlah blok dan kamar hunian untuk melakukan pemeriksaan serta memastikan tidak terdapat barang-barang yang dilarang berada di Lapas. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di lingkungan Lapas yang selanjutnya diamankan untuk dilakukan pendataan dan tindak lanjut sesuai ketentuan.

Selain penggeledahan, dilaksanakan juga tes urine secara acak terhadap 30 Warga Binaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif narkotika.

Kepala Lapas Pontianak, Ridha Ansari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upapa memperkuat kamtib di lingkungan Pemasyarakatan. “Kami lakukan pemeriksaan di beberapa kamar dan menemukan beberapa benda yang tidak diperkenankan berada di Lapas. Selain itu, dilakukan juga tes urine secara acak terhadap Warga Binaan dan hasilnya seluruhnya negatif,” ujarnya.

Menurutnya, razia tidak semata-mata ditujukan untuk mencari kesalahan Warga Binaan, melainkan menjadi langkah pencegahan agar barang-barang terlarang tidak masuk maupun beredar di dalam Lapas. “Tujuan dari razia ini bukan untuk mencari kesalahan Warga Binaan, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah masuknya barang-barang terlarang ke Lapas Pontianak,” tambah Ridha.

Sementara itu, Kepala BNNP Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Totok Lisdiarto, menegaskan pentingnya sinergi lintas instansi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Kolaborasi antara BNNP, Pemasyarakatan, TNI, dan Polri menjadi langkah penting untuk memperkuat pengawasan serta menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan bersih dari narkotika.

“Sinergi lintas instansi sangat penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Kolaborasi ini harus terus diperkuat, khususnya dalam pengawasan, sehingga kita dapat bersama-sama menciptakan lingkungan Lapas yang aman dan bersih dari narkotika,” tegas Totok.

Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat bersama jajaran Lapas Pontianak dan APH kembali menunjukkan komitmen untuk memperkuat pengawasan, mencegah masuknya barang terlarang, serta mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Kalbar

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0