Kanwil Ditjenpas Sulteng Dorong Pembinaan Produktif lewat Panen 2.000 Jagung di Lapas Perempuan Palu
Sigi, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng) ikuti panen perdana 2.000 tongkol jagung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, sebagai bagian dari program Pemasyarakatan berbasis ketahanan pangan. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kemandirian yang produktif dan berdampak nyata.
Kegiatan yang dipusatkan di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas Sulteng, Bagus Kurniawan, bersama jajaran, serta Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, Selasa (5/5).
Bagus menegaskan bahwa program pembinaan harus memberikan hasil nyata dan tidak hanya berjalan secara administratif. “Kita ingin pembinaan tidak hanya berjalan, tetapi menghasilkan. Ini bukti bahwa Warga Binaan mampu produktif dan memberi nilai tambah,” tegasnya.
Selain panen jagung, kegiatan juga dirangkaikan dengan penaburan 1.000 bibit ikan nila sebagai penguatan sektor perikanan dalam program kemandirian Warga Binaan. Program ini dirancang secara terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi.
Bagus menjelaskan, hasil dari kegiatan pembinaan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga memiliki potensi kerja sama dengan pihak ketiga.
“Hasilnya dapat mendukung PNBP dan memberikan premi bagi Warga Binaan. Ini bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong kemandirian Warga Binaan dan kontribusi terhadap penyediaan pangan bergizi.
Sementara itu, Yoesiana menyebut panen tersebut merupakan hasil optimalisasi lahan yang sebelumnya tidak produktif.
“Ini panen perdana dari lahan yang dulunya tidak dimanfaatkan. Sekarang menjadi area pertanian dan perikanan seluas kurang lebih 1.200 m2 yang melibatkan langsung Warga Binaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis. “Kami ingin mereka punya bekal nyata saat kembali ke masyarakat, baik di bidang pertanian, perikanan, maupun kewirausahaan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kanwil Ditjenpas Sulteng juga salurkan bantuan sosial kepada enam warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan.
Salah satu warga penerima, Sri, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. “Alhamdulillah, senang dan bahagia rasanya. Terima kasih Pemasyarakatan Sulteng sudah membantu kami,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sulteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat arah Pemasyarakatan yang tidak hanya membina, tetapi juga menghasilkan, serta mendorong Warga Binaan menjadi individu yang produktif, mandiri, dan siap kembali berkontribusi di masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Sulteng
What's Your Reaction?


