Kaos Sasirangan Karya Warga Binaan Lapas Banjarmasin Mulai Diminati
Banjarmasin, INFO_PAS – Keterampilan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dikembangkan melalui kegiatan kerja produktif, salah satunya pembuatan kaos sasirangan yang menjadi pembinaan kemandirian di bidang keterampilan. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap oleh Warga Binaan dengan didampingi petugas, mulai dari pembuatan pola atau motif, penjelujuran untuk membentuk pola sasirangan, hingga proses pewarnaan.
Setiap tahapan dikerjakan dengan teliti untuk menghasilkan motif dan warna yang sesuai. Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengenal lebih jauh proses pembuatan sasirangan sebagai salah satu produk kerajinan khas Kalimantan Selatan.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produk, tetapi juga pada proses pembentukan keterampilan dan etos kerja Warga Binaan. “Yang kami tekankan bukan hanya hasil produknya, tetapi bagaimana Warga Binaan belajar bekerja dengan teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Keterampilan seperti ini diharapkan terus mereka kembangkan selama menjalani masa pembinaan,” harapnya.
Salah seorang Warga Binaan, WY, senang dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan kaos sasirangan. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian agar motif dan warna yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan.
“Mulai dari membuat pola, menjelujur, hingga pewarnaan harus dikerjakan dengan teliti. Saya senang bisa belajar membuat sasirangan dan ikut menghasilkan produk,” tutur WY.
Hasil karya Warga Binaan tersebut juga mulai mendapat minat dari pihak eksternal, salah satunya pesanan tiga kaos sasirangan dari PT Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan. Pesanan tersebut dikerjakan melalui tahapan produksi yang dilakukan Warga Binaan hingga menghasilkan produk siap digunakan.
Terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan kegiatan kerja produktif agar keterampilan yang diperoleh Warga Binaan memiliki nilai dan dimanfaatkan setelah menjalani masa pembinaan. “Kami ingin keterampilan yang diperoleh Warga Binaan selama di Lapas menjadi bekal yang nyata. Ketika hasil karya mereka mulai diminati pihak luar, tentu menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kualitas produk,” ujarnya.
Pembuatan kaos sasirangan tersebut menjadi pembinaan kemandirian di Lapas Banjarmasin. Melalui kegiatan kerja yang dilakukan secara berkelanjutan, Warga Binaan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


