Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Diminati Masyarakat, Tong Sampah Ban Bekas Dibeli Bengkel

Karya Warga Binaan Lapas Luwuk Diminati Masyarakat, Tong Sampah Ban Bekas Dibeli Bengkel

Luwuk, INFO_PAS – Produk hasil karya Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali dapat apresiasi dari masyarakat. Kali ini, tong sampah berbahan ban bekas dibeli Bengkel Makassar Motor yang berlokasi di Kelurahan Maahas, Sabtu (3/10).

Tong sampah tersebut dibuat Warga Binaan dalam kegiatan pembinaan kemandirian dengan memanfaatkan ban bekas jadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Pemilik Bengkel Makassar Motor, Rama Algifari, mengatakan dirinya tertarik membeli produk tersebut karena bentuknya unik, fungsional, dan memanfaatkan bahan bekas.

“Saya tertarik karena tong sampah ini dibuat dari ban bekas dan hasilnya cukup bagus. Selain bisa digunakan di bengkel, produk ini juga memiliki nilai kreativitas. Menurut saya, membeli produk seperti ini sekaligus membantu mendukung hasil karya Warga Binaan,” ujar Rama.

Salah seorang Warga Binaan, Z, yang terlibat dalam pembuatan tong sampah mengaku senang hasil karyanya dapat digunakan masyarakat.

“Saya merasa senang dan bangga karena produk yang saya kerjakan bisa terjual dan digunakan oleh masyarakat. Ini membuat saya semakin semangat untuk belajar dan menghasilkan karya yang lebih baik lagi,” ungkap Z.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengapresiasi penerimaan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan keterampilan yang diperoleh Warga Binaan dapat diwujudkan menjadi produk yang bermanfaat.

“Terjualnya produk tong sampah hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat merupakan salah satu indikator bahwa pembinaan kemandirian yang kami laksanakan dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Ini tentunya menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan kerja dan keterampilan Warga Binaan,” ujar Bahrun.

Ia menambahkan, Lapas Luwuk akan terus mendorong Warga Binaan hasilkan produk kreatif yang memiliki peluang untuk dipasarkan.

“Kami tidak ingin pembinaan hanya berhenti pada pemberian keterampilan. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menghasilkan karya yang benar-benar memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah selesai menjalani masa pidana,” tambahnya.

Hasil penjualan produk akan diberikan kepada Warga Binaan sebagai premi atau upah, sedangkan sebagian lainnya disalurkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pengolahan ban bekas menjadi tong sampah jadi salah satu bentuk kegiatan kerja yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Luwuk

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0