Kebaktian Online di Lapas Batulicin, Warga Binaan Nasrani Belajar Maknai Kehendak Tuhan

Kebaktian Online di Lapas Batulicin, Warga Binaan Nasrani Belajar Maknai Kehendak Tuhan

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin berikan ruang bagi Warga Binaan Nasrani untuk memperkuat iman melalui kebaktian online, Senin (21/9). Ibadah yang berlangsung di Ruang Subseksi Pembinaan tersebut mengajak peserta memahami kehendak Tuhan sebagai jalan terbaik yang perlu dijalani dengan keyakinan.

Warga Binaan mengikuti setiap rangkaian kebaktian dengan khidmat dan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Pesan yang disampaikan dalam ibadah mengarahkan peserta untuk menerima setiap perjalanan kehidupan dengan iman, termasuk masa pidana yang sedang mereka jalani.

Pemaknaan tersebut menjadi dorongan bagi Warga Binaan untuk tidak larut dalam keadaan, melainkan melihat masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri. Keyakinan terhadap kehendak Tuhan diharapkan menumbuhkan kesabaran, semangat, dan optimisme dalam menjalani setiap proses menuju kehidupan yang lebih baik.

Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, menjelaskan pesan keagamaan dalam kebaktian menjadi penguatan bagi Warga Binaan dalam menghadapi perjalanan hidup selama berada di Lapas. Menurutnya, keyakinan kepada Tuhan perlu berjalan bersama kemauan untuk memperbaiki diri.

“Setiap orang memiliki perjalanan yang tidak selalu sama, termasuk ketika harus menjalani masa pidana. Kami berharap melalui pembinaan kerohanian, Warga Binaan mampu menerima proses dengan iman, tetap berusaha memperbaiki diri, dan memandang masa depan dengan harapan,” jelas Harry.

Salah seorang Warga Binaan, R, mendapatkan ketenangan dari pesan kebaktian yang diikuti. Ia merasa diingatkan untuk tetap percaya bahwa setiap keadaan memiliki tujuan dan dapat menjadi proses perubahan diri.

“Kebaktian hari ini mengingatkan saya untuk tetap percaya kepada Tuhan dalam menjalani keadaan yang ada. Saya ingin menjalani masa pembinaan dengan lebih sabar, terus memperbaiki diri, dan percaya ada jalan terbaik yang Tuhan siapkan,” ungkap R.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan kerohanian memiliki peran dalam membantu Warga Binaan membangun sikap positif selama menjalani masa pidana. Ia berharap penguatan iman menjadi sumber keteguhan dalam mengikuti seluruh proses pembinaan.

“Keadaan yang sedang dijalani bukan berarti berhenti untuk berharap dan memperbaiki diri. Kami ingin Warga Binaan tetap memiliki keyakinan, semangat, dan optimisme bahwa setiap proses menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Thoha.

Kebaktian online menjadi ruang bagi Warga Binaan Nasrani untuk kembali meneguhkan kepercayaan kepada Tuhan di tengah perjalanan masa pidana. Dengan iman yang terus dipelihara, proses pembinaan diharapkan dijalani dengan kesabaran, keteguhan, dan harapan akan masa depan.

Melalui kebaktian rutin, pembinaan kerohanian tidak hanya menjadi ruang untuk beribadah, tetapi juga tempat menumbuhkan kekuatan batin bagi Warga Binaan. Nilai keimanan yang diperoleh diharapkan membantu mereka menjalani masa pidana dengan sikap lebih tenang, menerima proses, dan tetap memiliki harapan terhadap masa depan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0