Klasik, Lapas Perempuan Palembang Olah Limbah Botol Plastik Jadi Vertical Garden
Palembang, INFO_PAS – Sampah botol air mineral dari aktivitas sehari-hari di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Palembang dimanfaatkan kembali melalui inovasi Kelola Limbah Plastik (Klasik). Botol-botol yang sebelumnya jadi buangan di lingkungan Lapas diolah jadi pot tanaman dan ditata pada dinding sebagai vertical garden, Minggu (27/9).
Pemanfaatan sampah plastik tersebut inovasi dari Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban yang melibatkan Warga Binaan dalam proses pengolahan hingga penataan pot. Botol air mineral yang telah terkumpul diberikan fungsi baru sebagai wadah tanaman sekaligus elemen penghijauan di lingkungan Lapas. Setelah siap digunakan, pot diisi tanaman daun ketumbar dan bayam brazil.
Kepala Subseksi Keamanan, Zulfika Utami, menyampaikan bahwa Klasik salah satu bentuk kreativitas dalam mengelola sampah plastik yang tersedia di lingkungan Lapas.
“Melalui Klasik, sampah plastik yang sebelumnya tidak terpakai dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk berkreasi sekaligus belajar mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Zulfika.
Sementara itu, Kepala Subbagian Pelaporan dan Tata Tertib, Cyndi Permata Sari, menjelaskan bahwa botol yang digunakan berasal dari sampah plastik yang terkumpul di lingkungan Lapas, termasuk botol bekas konsumsi pegawai.
“Botol yang terkumpul kami manfaatkan kembali menjadi pot tanaman. Setelah disusun pada dinding, hasilnya tidak hanya menjadi tempat untuk tanaman, tetapi juga membuat area yang sebelumnya kosong menjadi lebih hidup dan tertata,” ungkap Cyndi.

Pemanfaatan dinding sebagai media tanam jadi cara untuk mengoptimalkan ruang yang tersedia sekaligus menghadirkan unsur penghijauan di lingkungan Lapas.
Melalui Klasik, Lapas Perempuan Palembang mendorong pemanfaatan kembali sampah plastik melalui kegiatan yang kreatif dan bernilai guna. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Perempuan Palembang
What's Your Reaction?


