Komitmen Zero Narkoba, Lapas Wahai Tes Urine Dua Narapidana Pindahan
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lakukan skrining tes urine terhadap dua Narapidana pindahan dari Lapas Ambon saat tiba di Lapas Wahai, Sabtu (19/9). Pemeriksaan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan tidak terdapat penyalahgunaan narkotika dan zat terlarang lainnya.
Pemeriksaan yang berlangsung di Klinik Lapas Wahai berjalan lancar. Petugas kesehatan memeriksa sampel urine menggunakan alat multi-drug test dan hasil pemeriksaan menunjukkan kedua sampel negatif narkotika, psikotropika, maupun zat adiktif lainnya (NAPZA).
Fajar Pradhana Wisady, selaku perawat yang menangani langsung proses skrining di Klinik Lapas Wahai, menjelaskan teknis pemeriksaan tersebut. "Begitu mereka tiba, kami langsung melakukan pemeriksaan fisik dan pengetesan urine secara mendalam. Langkah ini wajib kami lakukan agar status kesehatan dan rekam medis mereka terpantau sejak hari pertama. Alhamdulillah, hasil tes urine keduanya negatif. Kondisi fisik mereka juga terpantau sehat dan siap mengikuti masa pengenalan lingkungan," ujar Fajar.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, tegaskan bahwa skrining merupakan prosedur bagi setiap penghuni baru sebelum masuk ke blok hunian.
"Kami menerapkan aturan yang sangat ketat. Siapa pun Warga Binaan yang masuk, baik Tahanan baru maupun pindahan dari Lapas lain, wajib melewati skrining ketat sebelum membaur ke blok hunian. Hasil negatif ini adalah awal yang baik. Kami di Lapas Wahai tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi narkoba dan berkomitmen menjaga lingkungan ini tetap aman, tertib, serta bersih dari peredaran gelap barang terlarang," tegas Tersih.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Ia mengapresiasi respons cepat jajaran Lapas Wahai dalam melaksanakan pemeriksaan terhadap Narapidana pindahan.
"Apresiasi tinggi saya berikan kepada jajaran Lapas Wahai termasuk petugas kesehatan serta pengamanan yang bergerak cepat. Ini adalah bentuk implementasi nyata dari program akselerasi pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan Pemasyarakatan. Sinergi dan ketegasan seperti ini harus terus dipertahankan agar seluruh Lapas dan Rutan di wilayah Maluku benar-benar zero narkoba," pungkas Ricky.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian administrasi dan pemeriksaan kesehatan, kedua Narapidana pindahan tersebut ditempatkan di kamar blok hunian untuk ikuti program pembinaan selanjutnya. (afn)\
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


