Lahan Terbatas Tak Halangi Produktivitas, Warga Binaan Lapas Kotabaru Panen 22 Kg Kangkung
Kotabaru, INFO_PAS - Lahan terbatas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru tidak jadi hambatan bagi Warga Binaan untuk tetap produktif. Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, mereka berhasil panen 22 kilogram kangkung, Sabtu (20/6).
Kegiatan ini merupakan hasil proses budidaya yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga masa panen. Seluruh tahapan dikerjakan langsung oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas.
Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan pertanian ini menjadi sarana pembelajaran keterampilan kerja. Warga Binaan dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, serta konsisten dalam merawat tanaman hingga menghasilkan panen yang optimal.
Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Selain menghasilkan bahan pangan, kegiatan ini turut memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta premi bagi Warga Binaan yang terlibat.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu sarana efektif dalam membentuk keterampilan dan karakter Warga Binaan.
“Melalui kegiatan pertanian, Warga Binaan tidak hanya belajar menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memahami proses kerja, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Pembina Kemandirian, Rangga Yudhanto, menuturkan bahwa keberhasilan panen tidak lepas dari ketekunan Warga Binaan dalam merawat tanaman setiap hari.
“Meski lahan yang tersedia terbatas, semangat belajar dan kerja dari Warga Binaan sangat tinggi. Hal ini menjadi faktor penting yang mendukung keberhasilan program pembinaan,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan, S, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti kegiatan pertanian.
“Awalnya saya tidak tahu cara menanam dan merawat tanaman. Setelah mengikuti kegiatan ini, saya belajar dari proses penyemaian sampai panen. Melihat hasil yang kami tanam sendiri bisa dipanen membuat saya lebih percaya diri untuk memperbaiki diri,” tuturnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Kotabaru
What's Your Reaction?


