Lapas Batulicin Dekatkan Pembinaan dengan Dunia Usaha, HIPMI Tanah Bumbu Jadi Mitra Kolaborasi

Lapas Batulicin Dekatkan Pembinaan dengan Dunia Usaha, HIPMI Tanah Bumbu Jadi Mitra Kolaborasi

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin mulai dekatkan pembinaan kemandirian Warga Binaan dengan dunia usaha melalui kolaborasi bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tanah Bumbu. Langkah ini diarahkan agar keterampilan yang dibangun selama menjalani masa pidana memiliki nilai guna dan peluang pengembangan setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.

Pada pertemuan yang berlangsung di Kantor HIPMI Kabupaten Tanah Bumbu, Jalan Cappa Padang, Kelurahan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (21/9), Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq hadir bersama Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, dan Kepala Urusan Tata Usaha Tarsah. Rombongan diterima Ketua HIPMI Kabupaten Tanah Bumbu, Muhammad Iqbal Saputra, dalam suasana hangat yang kemudian berkembang menjadi kmunikasi dua arah mengenai peluang kerja sama pembinaan.

Pembahasan diarahkan pada penguatan pelatihan kewirausahaan, pengembangan produk hasil pembinaan, pendampingan usaha, hingga perluasan akses pemasaran. Sejumlah potensi, seperti produksi tempe, hasil pertanian, perikanan, peternakan, maggot, dan produk Pujasera turut menjadi pembicaraan untuk mempertemukan keterampilan Warga Binaan dengan kebutuhan dan peluang di dunia usaha.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengembangan keterampilan teknis, tetapi dapat membuka wawasan Warga Binaan mengenai pengelolaan usaha, nilai produk, pemasaran, dan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan keterlibatan dunia usaha, pembinaan kemandirian diarahkan makin dekat dengan kebutuhan nyata sebagai bekal reintegrasi Warga Binaan ke tengah masyarakat.

Thoha menegaskan keterampilan yang diberikan kepada Warga Binaan perlu memiliki keterhubungan dengan dunia usaha agar manfaatnya dirasakan secara nyata. Menurutnya, pembinaan kemandirian harus memberi ruang bagi Warga Binaan untuk memahami bahwa kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai secara ekonomi.

“Pembinaan kemandirian tidak cukup hanya dengan memberikan keterampilan teknis. Kami ingin kemampuan yang dimiliki Warga Binaan dipertemukan dengan wawasan kewirausahaan, pengembangan produk dan akses pemasaran sehingga menjadi bekal yang benar-benar  digunakan ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tegas Thoha.

Ia menambahkan keterlibatan HIPMI menjadi peluang untuk memperluas perspektif pembinaan melalui pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki dunia usaha. Lapas terbuka untuk membangun kerja sama yang konkret sesuai potensi pembinaan dan kebutuhan dunia usaha.

“Kami ingin komunikasi ini berkembang menjadi kolaborasi yang nyata, baik dalam pengembangan produk, pendampingan usaha maupun pemasaran. Dengan begitu, pembinaan yang berjalan di Lapas makin dekat dengan dunia usaha dan memberikan ruang yang lebih luas bagi Warga Binaan untuk membangun kemandirian,” ujar Thoha,

Selaku Ketua HIPMI Kabupaten Tanah Bumbu, Muhammad Iqbal Saputra menyampaikan komitmennya untuk bersama-sama memberikan makna dan manfaat positif bagi Lapas, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Menurutnya, komunikasi yang dibangun menjadi ruang untuk melihat peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara nyata sesuai kemampuan dan potensi yang ada.

“Kami berkomitmen untuk bersama-sama memberikan makna dan manfaat positif bagi Lapas, khususnya dalam mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan. HIPMI siap membuka ruang komunikasi dan melihat potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan agar keterampilan mereka memiliki manfaat yang lebih luas,” ungkap Iqbal.

Pertemuan dengan HIPMI Kabupaten Tanah Bumbu menjadi langkah awal Lapas Batulicin dalam memperluas jejaring pembinaan melalui keterlibatan dunia usaha. Dari keterampilan yang diasah di Lapas hingga peluang pengembangannya di luar, kolaborasi ini diharapkan  memberi bekal yang lebih kuat bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan produktif dan mandiri setelah kembali ke masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0