Lapas Batulicin Jadikan Buku Teman Pembinaan, Pojok Baca Buka Ruang Pengetahuan
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin jadikan buku sebagai proses pembinaan Warga Binaan melalui Pojok Baca. Keberadaan ruang literasi tersebut membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk membaca, belajar, dan memperluas pengetahuan selama menjalani pembinaan.
Pojok Baca Lapas Batulicin memiliki koleksi buku sekitar 600 eksemplar yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan sesuai minat dan kebutuhan. Koleksi tersebut mencakup berbagai tema, mulai dari agama, motivasi, keterampilan, kesehatan, hukum, biografi, novel, sejarah, teknologi, hingga bacaan edukatif lainnya.
Berdasarkan catatan buku harian Pojok Baca, sebanyak 38 Warga Binaan berkunjung setiap hari untuk membaca dan memanfaatkan koleksi yang tersedia. Aktivitas tersebut menunjukkan Pojok Baca menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan Warga Binaan untuk mengisi waktu dengan kegiatan literasi.
Beragam pilihan bacaan memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperoleh informasi dari berbagai bidang sekaligus mengembangkan ketertarikan membaca. Lapas Batulicin menempatkan aktivitas literasi sebagai pembinaan kepribadian untuk memperluas wawasan dan mendorong Warga Binaan terus belajar.
Kepala Subseksi Pembinaan, Harry Indrawan, mengatakan Pojok Baca diarahkan sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan Warga Binaan untuk belajar secara mandiri. Keberagaman koleksi dan aktivitas kunjungan menjadi modal untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di lingkungan Lapas.
“Pojok Baca kami hadirkan agar Warga Binaan memiliki ruang untuk belajar dan menambah wawasan melalui bacaan yang tersedia. Kami berharap koleksi yang beragam dimanfaatkan secara maksimal sehingga kebiasaan membaca tumbuh menjadi kegiatan positif selama menjalani pembinaan,” harap Harry, Selasa (8/9).
Salah seorang Warga Binaan berinisial N mengaku keberadaan Pojok Baca memberinya pilihan kegiatan bermanfaat selama berada di Lapas. Beragam buku membuat dirinya menemukan bacaan sesuai ketertarikan sekaligus memperoleh informasi baru.
“Saya bisa memilih buku sesuai hal yang ingin saya ketahui atau pelajari. Dari membaca, saya sering menemukan informasi baru yang membuat saya tertarik untuk mengetahui lebih banyak,” ungkap N.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan juga membutuhkan ruang yang mendorong Warga Binaan untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap Pojok Baca dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana memperluas pengetahuan sekaligus mempersiapkan bekal sebelum kembali ke masyarakat.
“Pengetahuan merupakan bagian penting dalam proses perubahan diri. Kami ingin Pojok Baca benar-benar menjadi ruang belajar yang dimanfaatkan Warga Binaan untuk memperluas wawasan, membangun pola pikir positif, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Thoha.
Pojok Baca menjadi upaya Lapas Batulicin menghadirkan pembinaan yang memberi ruang bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan berkembang. Melalui buku, proses pembinaan tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga membuka wawasan dan menyiapkan bekal pengetahuan untuk kehidupan setelah kembali ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


