Lapas Batulicin Panen Azolla, Dorong Kemandirian Pakan dan Tekan Biaya Ternak

Lapas Batulicin Panen Azolla, Dorong Kemandirian Pakan dan Tekan Biaya Ternak

Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali memanen azolla sebagai alternatif pakan ternak yang dikembangkan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi, Jumat (25/9). Panen azolla dilakukan setiap hari dengan hasil mencapai sekitar 10 kilogram pada panen kali ini.

Saat ini, Lapas Batulicin mengembangkan azolla pada enam wadah kolam yang dikelola secara rutin. Budidayanya relatif sederhana karena cukup menggunakan wadah berisi air. Panen rutin juga menjadi langkah nyata dalam mendorong kemandirian pakan sekaligus menekan biaya kebutuhan pakan pada sektor peternakan di Lapas Batulicin.  

Azolla dimanfaatkan sebagai campuran pakan dengan komposisi setengah azolla dan setengah dedak. Selain mudah dibudidayakan, azolla memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan tambahan bagi ternak yang dikembangkan Lapas Batulicin.

Pemanfaatan azolla sebagai alternatif pakan turut mendukung pengelolaan peternakan secara lebih efisien. Produksi ternak yang berjalan saat ini mencatat rata-rata sekitar 300 butir telur ayam dan 97 butir telur bebek setiap hari, sementara penggunaan azolla disebut mampu memangkas sekitar separuh biaya pakan.

Petugas Lapas Batulicin, Donny Anwar, mengatakan azolla menjadi pilihan yang praktis karena proses budidayanya sederhana dan dapat dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pakan ternak. Kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman baru bagi Warga Binaan dalam mempelajari teknik budidaya yang mudah diterapkan.

“Azolla cukup praktis karena budidayanya sederhana dan hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan. Bagi Warga Binaan, kegiatan ini juga menjadi pengalaman baru yang bisa menambah pengetahuan dan keterampilan selama menjalani pembinaan,” ujar Donny.

Salah seorang Warga Binaan, P, antusias mengikuti kegiatan budidaya azolla karena teknik yang dipelajari cukup mudah untuk diterapkan. Pengetahuan tersebut menjadi pengalaman baru yang mendorongnya untuk terus mempelajari keterampilan lain selama menjalani masa pembinaan.

“Awalnya saya belum mengetahui cara membudidayakan azolla, tetapi setelah belajar ternyata prosesnya cukup mudah. Saya menjadi tertarik untuk terus menambah pengalaman dan mempelajari keterampilan lain selama berada di Lapas,” ungkap P.

Secara terpisah, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mendukung pengembangan azolla sebagai pembinaan kemandirian sekaligus pengelolaan peternakan yang lebih efisien. Ia berharap budidaya tersebut dipertahankan secara konsisten sehingga manfaatnya terhadap kebutuhan pakan dan biaya peternakan terus dirasakan.

“Kami terus mendorong budidaya azolla agar dikembangkan konsisten sebagai alternatif pakan ternak. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya memberi keterampilan kepada Warga Binaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam membantu menekan biaya pakan di sektor peternakan Lapas,” harap Thoha.

Panen azolla yang dilakukan setiap hari menunjukkan alternatif pakan tersebut telah menjadi aktivitas pembinaan kemandirian di Lapas Batulicin. Dari proses budidaya yang sederhana hingga pemanfaatannya untuk kebutuhan ternak, azolla dikembangkan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi pembinaan dan pengelolaan peternakan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1