Lapas Kuningan Fasilitasi Ruang Refleksi Warga Binaan Kasus Narkotika melalui Konseling Kelompok

Lapas Kuningan Fasilitasi Ruang Refleksi Warga Binaan Kasus Narkotika melalui Konseling Kelompok

Kuningan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus dorong pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, khususnya melalui konseling kelompok bagi Warga Binaan kasus tindak pidana narkotika. Pada Rabu (23/9), konseling kelompok ini dilaksanakan bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai pendampingan dan pembinaan bagi Warga Binaan.

Pada tahap awal, konseling dilakukan dengan pendekatan berbagi cerita dan pengalaman sebagai upaya membangun keterbukaan serta menciptakan suasana kelompok yang aman dan nyaman. Dalam sesi tersebut, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman sebelum menjalani pidana, termasuk latar belakang dan perjalanan kehidupan yang pada akhirnya membawa mereka masuk ke Lapas.

Penyampaian cerita dilakukan secara sukarela dengan tetap memperhatikan privasi dan kenyamanan masing-masing peserta. Melalui pendekatan tersebut, Warga Binaan diarahkan untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman masa lalu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan dan perilaku mereka, dan mulai membangun kesadaran untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi tahap awal dalam membangun hubungan kepercayaan antara mahasiswa sebagai pendamping dengan Warga Binaan. Interaksi dalam kelompok diharapkan dapat menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk saling mendengarkan, belajar dari pengalaman, dan memperoleh perspektif baru dalam menjalani proses pembinaan di Lapas.

Kepala Lapas Kuningan, Eries Sugianto, menyampaikan pembinaan melalui konseling menjadi salah satu bagian penting dalam membantu Warga Binaan memahami diri dan mempersiapkan perubahan positif. “Konseling kelompok menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk terbuka, melakukan refleksi terhadap pengalaman yang telah dilalui, dan mulai membangun komitmen untuk berubah. Kami berharap proses ini memberikan manfaat dalam mendukung keberhasilan pembinaan,” harapnya.

Mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Marwah, menyampaikan tahap awal konseling dilakukan dengan membangun komunikasi dan kepercayaan terlebih dahulu sehingga Warga Binaan lebih nyaman dalam menyampaikan pengalaman yang pernah mereka lalui. “Pada tahap awal ini, kami lebih banyak mendengarkan cerita dan pengalaman mereka. Kami ingin menciptakan suasana yang nyaman agar mereka terbuka dan bersama-sama merefleksikan perjalanan hidup yang telah dilalui. Dari cerita tersebut, kami berharap muncul kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Konseling kelompok akan dilakukan bertahap dengan materi dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Melalui kegiatan ini, Lapas Kuningan berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan humanis, edukatif, dan berorientasi pada perubahan perilaku positif bagi Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Kuningan

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0