Lapas Luwuk dan BPS Kab. Banggai Matangkan Rencana Sensus Ekonomi bagi Warga Binaan

Lapas Luwuk dan BPS Kab. Banggai Matangkan Rencana Sensus Ekonomi bagi Warga Binaan

Luwuk, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai mematangkan teknis pelaksanaan sensus ekonomi nasional bagi Warga Binaan, Selasa (23/6). Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh Warga Binaan di Lapas terdata secara akurat dan tidak luput dari program pendataan strategis negara.

Pada kesempatan itu, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, beserta jajaran struktural sambut kedatangan Kepala BPS Kabupaten Banggai, Muhammad Rivani, bersama jajarannya. Bahrun menegaskan pihaknya siap memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi tim pencacah dari BPS selama proses sensus berlangsung. Ia juga menekankan bahwa berada di balik jeruji besi tidak serta-merta menghilangkan hak-hak administratif maupun hak data para Warga Binaan sebagai warga negara Indonesia.

"Kami siap bersinergi dan memfasilitasi jalannya sensus ekonomi di Lapas. Ini adalah langkah penting agar seluruh Warga Binaan tetap terakomodir dalam program pendataan nasional sekaligus memastikan data yang dihasilkan BPS nantinya benar-benar akurat dan mencakup seluruh lapisan masyarakat," uja Bahrun.

Selaku Kepala BPS Kabupaten Banggai, Muhammad Rivani menyampaikan apresiasi keterbukaan dan dukungan penuh yang diberikan Lapas Luwuk. Ia menjelaskan koordinasi ini sangat krusial dilakukan. Mengingat Lapas memiliki Standar Operasional Prosedur pengamanan ketat, diperlukan penyamaan persepsi mengenai mekanisme pengumpulan data di lapangan agar berjalan aman, namun tetap valid.

"Kami berterima kasih atas sambutan positif dari Lapas Luwuk. Sensus ekonomi ini bertujuan memotret realitas perekonomian masyarakat secara menyeluruh, termasuk para Warga Binaan. Melalui koordinasi awal ini, kami ingin memastikan petugas lapangan kami melakukan pendataan dengan valid dan akurat, namun tetap menghormati dan mematuhi protokol keamanan yang berlaku diLapas," ujar Rivani.

Sensus ekonomi di lingkungan Lapas ini akan menyasar para Warga Binaan untuk memotret potensi, latar belakang, dan aktivitas ekonomi yang relevan. Data ini nantinya menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan ekonomi yang inklusif.

Melalui kematangan koordinasi dan konsultasi ini, diharapkan proses pengambilan data ekonomi di lingkungan Lapas Luwuk berjalan dengan tertib, aman, dan sukses memenuhi target linimasa yang telah ditetapkan pemerintah pusat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Luwuk

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0