Lapas Pemuda Madiun dan Kemenag Kota Madiun Bangun Karakter Warga Binaan lewat Pembinaan Rohani Kristen dan Katolik
Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berikan pembinaan kepribadian kepada Warga Binaan melalui berbagai kegiatan positif, salah satunya pembinaan rohani Kristen dan Katolik bekerja sama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun, Selasa (22/9).
Pembinaan rohani ini diikuti Warga Binaan Kristen dan Katolik di Lapas Pemuda Madiun dengan didampingi petugas Lapas. Pembinaan ini bertujuan memperkuat iman, memberikan ketenangan batin, dan membentuk karakter Warga Binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga mendorong Warga Binaan untuk melakukan introspeksi dan membangun sikap positif dalam menjalani masa pembinaan.
“Pembinaan rohani menjadi salah satu bagian penting dalam membentuk karakter Warga Binaan. Kami berharap melalui kegiatan ini, Warga Binaan makin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperoleh ketenangan batin, serta memiliki motivasi untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” harap Rudi.
Sementara itu, Pendeta Petrus Slamet Riyadi dari Kemenag Kota madiun menyampaikan pembinaan rohani menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk memperkuat iman sekaligus melakukan refleksi terhadap kehidupan yang telah dijalani. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk belajar, berubah, dan membangun kehidupan yang lebih baik.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Melalui pembinaan rohani ini, kami mengajak Warga Binaan untuk terus menguatkan iman, belajar mengampuni, memiliki pengharapan, dan menjalani proses pembinaan dengan penuh tanggung jawab,” tutur Pendeta Petrus.
Salah satu Warga Binaan berinisial C menyampaikan pembinaan rohani memberikan ketenangan dan semangat baginya selama menjalani masa pidana. Ia juga berharap kegiatan serupa dilaksanakan rutin.
“Kegiatan seperti ini membuat saya lebih tenang dan bisa melakukan introspeksi diri. Saya mendapatkan penguatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan,” ujar C.
Melalui pembinaan rohani berkelanjutan, Lapas Pemuda Madiun berupaya memberikan bekal spiritual dan pembentukan karakter kepada Warga Binaan sebagai proses reintegrasi sosial. Diharapkan, Warga Binaan menjalani masa pembinaan dengan baik dan memiliki kesiapan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


