Lapas Perempuan Kendari Dorong Warga Binaan Produktif, Belajar Bikin Tempe hingga Pupuk Organik Cair

Lapas Perempuan Kendari Dorong Warga Binaan Produktif, Belajar Bikin Tempe hingga Pupuk Organik Cair

Kendari, INFO_PAS - Jalani masa pidana bukan berarti berhenti belajar dan berkarya. Pesan tersebut tercermin dalam kegiatan pembinaan kemandirian yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari, Senin (21/9). Sebanyak 43 Warga Binaan ikuti pelatihan pembuatan tempe dan pupuk organik cair (POC) yang diselenggarakan peserta magang bidang kegiatan kerja (Giatja) Lapas Perempuan Kendari.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Perempuan Kendari tersebut tidak sekadar berikan materi teori. Warga Binaan diajak terlibat langsung dalam setiap tahapan praktik, mulai dari pengolahan kedelai untuk pembuatan tempe hingga pembuatan pupuk organik cair.

Untuk pembuatan tempe, Warga Binaan mendapat penjelasan mengenai tahapan pemilihan dan pencucian kedelai, perebusan, perendaman, hingga pemberian ragi dan fermentasi. Sementara untuk POC, peserta diperkenalkan dengan proses pencampuran bahan seperti air beras, EM4, dan molases yang kemudian melalui proses fermentasi.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Warga Binaan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, berdiskusi, sekaligus mempraktikkan keterampilan yang diberikan dengan pendampingan petugas.

Kepala Lapas Perempuan Kendari, Agustina, menegaskan  pembinaan kemandirian jadi bagian penting dalam mempersiapkan Warga Binaan menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan melalui berbagai pelatihan kemandirian. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Lapas dapat menjadi bekal untuk membangun kehidupan yang produktif dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.

Menurutnya, keterampilan sederhana yang dipelajari di Lapas dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif apabila ditekuni secara serius. Pembuatan tempe, misalnya, dapat dikembangkan jadi usaha pangan rumahan, sementara POC dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian maupun budidaya tanaman.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan, Rahma, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Lapas Perempuan Kendari karena telah melaksanakan kegiatan pelatihan ini. “Awalnya saya mengira membuat tempe itu sulit, ternyata prosesnya jauh lebih mudah. Karena mengikuti pelatihan ini, saya jadi punya keterampilan baru yang bisa menjadi salah satu peluang usaha ketika bebas nanti,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan pengawasan petugas dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.  Selain menghasilkan produk, pelatihan tersebut juga jadi ruang bagi Warga Binaan untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan kemandirian. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Kendari

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0