Lapas Piru Dorong Kemandirian Warga Binaan melalui Produksi Furnitur Bernilai Ekonomi
Piru, INFO_PAS - Keterampilan kerja jadi salah satu bekal yang terus dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan kerja produktif, Warga Binaan dilibatkan secara langsung dalam pembuatan furnitur berupa kursi di area bengkel kerja Lapas Piru, Selasa (22/9).
Kegiatan tersebut melibatkan Warga Binaan dalam setiap tahapan produksi, mulai dari mengukur dan memotong bahan, merakit bagian kursi, hingga tahap penyelesaian. Seluruh proses dilakukan dengan pendampingan petugas agar pekerjaan berjalan sesuai tahapan sekaligus memberikan pengalaman kerja kepada Warga Binaan.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa produksi furnitur merupakan bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui pembuatan furnitur ini, Warga Binaan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memperoleh pengalaman kerja dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan. Harapannya, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Hery.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan agar Warga Binaan memahami teknik pengerjaan secara menyeluruh.
“Warga Binaan kami libatkan dari awal sampai akhir proses pengerjaan. Setiap tahapan didampingi agar mereka memahami teknik dan cara kerja yang benar, sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa mereka kembangkan,” ujar Mustafa.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh Ramdhan Basir, mengatakan kegiatan tersebut bagian dari pengembangan keterampilan melalui praktik kerja yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami terus mendorong agar kegiatan kerja di Lapas tidak berhenti pada aktivitas mengisi waktu, tetapi benar-benar menjadi proses pembelajaran keterampilan. Setiap hasil pekerjaan diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bernilai dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pada Warga Binaan,” jelas Ramdhan.

Salah seorang Warga Binaan, S, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Di sini kami belajar langsung bagaimana membuat kursi, mulai dari mengukur, memotong bahan, sampai merakitnya. Saya senang bisa ikut karena keterampilan seperti ini bisa menjadi bekal untuk bekerja setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap S.
Lapas Piru terus kembangkan kegiatan kerja produktif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, sekaligus beri ruang bagi Warga Binaan untuk hasilkan karya yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Piru
What's Your Reaction?


