Lapas Tolitoli Gaungkan Pemasyarakatan Humanis lewat Dialog Interaktif RRI
Tolitoli, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli ambil bagian dalam siaran dialog interaktif “Tolitoli Menyapa” yang diselenggarakan oleh RRI Tolitoli, Selasa (28/4). Mengusung tema “Pemasyarakatan Humanis: Membina, Bukan Sekadar Menghukum”, kegiatan ini disiarkan secara langsung dari Studio Pro 1 RRI Tolitoli melalui kanal radio dan platform digital.
Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, jajaran struktural Lapas Tolitoli, dan akademisi hukum dari Universitas Tadulako Palu. Diskusi dipandu oleh host RRI dan mendapat antusiasme dari masyarakat yang mengikuti siaran.
Selaku narasumber, Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan paradigma Pemasyarakatan saat ini telah bergeser ke arah yang lebih humanis. “Pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani hukuman, tetapi bagaimana membina warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat. Kami terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek kepribadian, kemandirian, hingga reintegrasi sosial,” ujarnya.
Narasumber lainnya, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Muh. Iqbal Rahman, menambahkan aspek keamanan tetap berjalan seiring dengan pendekatan humanis. “Kami memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga, namun dengan pendekatan yang lebih persuasif dan berorientasi pada pembinaan. Ini penting agar Warga Binaan mengikuti program pembinaan secara optimal,” jelasnya.
Reporter RRI Tolitoli, Setiadi, menyampaikan tema yang diangkat dalam dialog ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Melalui program ‘Tolitoli Menyapa’, kami ingin menghadirkan informasi yang edukatif kepada masyarakat. Respons pendengar sangat positif, terutama dalam memahami Pemasyarakatan saat ini lebih menekankan pada pembinaan daripada penghukuman,” ungkapnya.
Partisipasi Lapas Tolitoli dalam dialog ini diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran Pemasyarakatan sekaligus memperkuat citra positif lembaga sebagai institusi yang humanis, profesional, dan berintegritas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Lapas, instansi terkait, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pembinaan Warga Binaan secara berkelanjutan. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


