Lapas Tolitoli Perkuat Pembinaan Kemandirian melalui SAE Pertanian dan Peternakan
Tolitoli, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli terus perkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bidang pertanian dan peternakan. Program ini menjadi upaya Pemasyarakatan dalam membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan SAE, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas pertanian dan peternakan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan hewan ternak. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terarah dengan pendampingan petugas sehingga tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menegaskan pembinaan kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam proses Pemasyarakatan. “Kami ingin memastikan Warga Binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata. Melalui SAE pertanian dan peternakan, mereka belajar bekerja, bertanggung jawab, dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Mansur, Senin (14/9).
Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi dilibatkan sebagai pelaku utama kegiatan. Mereka belajar memahami proses produksi dari hulu hingga hilir, bekerja secara berkelompok, serta menjaga keberlangsungan lahan dan sarana yang digunakan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial RM mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. “Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, saya juga mendapat ilmu dan keterampilan yang mudah-mudahan bisa saya manfaatkan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Lapas Tolitoli berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian dengan mengedepankan prinsip Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel. Pembinaan tersebut diharapkan mewujudkan Pemasyarakatan yang tidak hanya memberikan pembinaan selama menjalani pidana, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi Warga Binaan, keluarga, masyarakat, dan ketahanan pangan nasional.
Melalui SAE pertanian dan peternakan, Lapas Tolitoli menunjukkan di balik tembok Pemasyarakatan selalu ada proses untuk menanam harapan, menumbuhkan kemandirian, dan mempersiapkan masa depan. (IR)
Kontributor: Lapas Tolitoli
What's Your Reaction?


