Lapas Wahai Kenalkan Program ‘SAPA-BINA’ bagi Warga Binaan, Wujud Pemenuhan Hak atas Kesehatan

Lapas Wahai Kenalkan Program ‘SAPA-BINA’ bagi Warga Binaan, Wujud Pemenuhan Hak atas Kesehatan

Wahai, INFO_PAS – Upaya peningkatan kualitas hidup dan memastikan pemenuhan hak kesehatan bagi seluruh Warga Binaan dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lewat terobosan yang resmi diperkenalkan bernama program 'Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan' (SAPA-BINA). Sosialisasi digelar di Beranda Lapas pada Rabu (24/6) untuk mengenalkan sistem layanan kesehatan berbasis jemput bola ini secara langsung di lingkungan blok hunian.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan program SAPA-BINA mengusung konsep pelayanan aktif. Berbeda dengan sistem konvensional di mana Warga Binaan harus mengantre di klinik, melalui program ini tim medis dan petugas kesehatan secara bersinergi akan turun langsung ke lapangan. 

(Baca: Hadirkan Layanan Kesehatan Inovatif, Lapas Wahai dan Puskesmas Perawatan Wahai Sepakati PKS).

"Secara garis besar, perawatan keliling atau Perling adalah tindakan taktis perawatan jemput bola, sedangkan SAPA-BINA adalah kerangka program strategis yang mengubah sistem layanan pasif menjadi aktif secara menyeluruh melalui edukasi, digitalisasi data, dan sinergi dengan instansi kesehatan daerah," jelas Tersih.

Perawat Lapas Wahai, Fitri Rianti, yang turut memperkenalkan standar operasional prosedur SAPA-BINA bagi Warga Binaan mengatakan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada Warga Binaan mengenai alur pelayanan kesehatan yang kini menjadi lebih dekat, cepat, dan responsif. "SAPA-BINA adalah komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan humanis dan tanpa stigma. Kami tidak lagi hanya menunggu, tetapi aktif menjemput bola, menyapa, dan memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan hak kesehatannya dengan layak," terangnya.

Salah seorang Warga Binaan iniaial HB menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang datang langsung ke blok hunian memberikan rasa aman dan memudahkan Warga Binaan dalam menyampaikan keluhan kesehatan. 

"Dengan adanya Program SAPA-BINA, kami merasa lebih diperhatikan. Petugas kesehatan datang langsung dan menanyakan kondisi kami. Hal ini membuat kami lebih mudah mendapatkan pelayanan dan tidak ragu untuk menyampaikan keluhan kesehatan yang dialami," ungkap HB.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dikembangkan Lapas Wahai dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan. Program SAPA-BINA merupakan langkah inovatif, sejalan dengan arah kebijakan Pemasyarakatan yang berorientasi pada pelayanan, pemenuhan hak, dan pembinaan humanis. 

“Kami berharap inovasi ini dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di satuan kerja Pemasyarakatan lainnya," harap Ricky.

Program SAPA-BINA bukan sekadar program pelayanan kesehatan, melainkan sebuah komitmen bersama untuk memastikan bahwa setiap Warga Binaan memperoleh hak kesehatannya secara adil, bermartabat, dan berkelanjutan sesuai Pasal 9 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Dengan sinergi seluruh pihak baik internal maupun eksternal, Lapas Wahai terus bergerak menghadirkan Pemasyarakatan yang lebih sehat, humanis, dan berdampak nyata bagi Warga Binaan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Wahai
 

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
2
funny
0
angry
0
sad
0
wow
2